Sayangnya, rasa empati tersebut menyebabkan anak berkepribadian INFJ merasa harus menyelesaikan setiap masalah yang muncul di sekitarnya. Akibatnya, INFJ lebih mungkin mengalami stres akibat konflik dalam keluarga dan persahabatan, serta kesulitan memahami emosinya sendiri.
- Mudah hanyut dalam pikiran dan tidak suka diganggu
Sama seperti INFJ dewasa, INFJ kecil juga suka melamun, asyik dengan pikirannya sendiri, dan terkesan mengabaikan perkataan orang lain. Hal ini bisa terjadi karena INFJ secara diam-diam menganalisis apa yang dikatakan orang lain. Hal ini sering kali menyebabkan lawan bicara melupakan apa yang mereka bicarakan.
Di sisi lain, INFJ juga bisa menjadi terlalu fokus pada aktivitasnya sendiri sehingga tidak memperhatikan apa yang dikatakan orang lain. Misalnya, INFJ mungkin mengabaikan panggilan, perintah, dan permintaan orang tuanya dari jauh ketika mereka sibuk bermain sendiri atau membayangkan sesuatu.
Hal ini juga dapat terjadi pada INFJ dewasa. Nah, ketika seseorang mengganggu konsentrasinya di saat-saat kritis, anak-anak dengan kepribadian INFJ seringkali merasa kesal atau bahkan kasar hingga harus menata ulang isi kepalanya.
- Perfeksionis
Saat masih anak-anak, INFJ sering kali membuang tulisannya atau merobek gambar yang belum lengkap sambil meringis marah. Inilah sifat perfeksionis yang melekat pada kepribadian INFJ.
Sejak kecil, INFJ sudah memiliki sifat idealis yang mana segala sesuatu yang ia ciptakan harus sesuai dengan gambaran yang ada di kepalanya. Maka tidak mengherankan jika INFJ kecil sering kali merasa lelah karena terus-menerus menyempurnakan pekerjaannya.
Mereka juga membutuhkan keberanian untuk dengan percaya diri dan rela membagikan pekerjaannya kepada orang lain. Di sisi lain, mereka juga suka ragu. Faktanya, INFJ merasa tidak yakin dengan ide dan rencana mereka, dan mereka menunda-nunda karena ingin memikirkan semuanya dengan matang.
Baca Juga: Tipe Kepribadian INFJ Sering Kesulitan Menemukan Karir yang Tepat? Ternyata Inilah Alasannya
Namun, orang dewasa seringkali salah memahami perilaku anak dan terus menyuruh mereka mengerjakan pekerjaan rumah, bahkan ketika mereka menerima kritik atau mengalami kegagalan. Anak-anak dengan kepribadian INFJ akan sulit menerima hal ini dan akan terus menuntut dirinya untuk menjadi sempurna.
- Mudah kesepian
Karena sifat perfeksionis dan tingkat empati yang tinggi, anak dengan kepribadian INFJ tidak hanya rentan stres, tapi juga mudah merasa kesepian. Karena mereka menyadari bahwa tidak semua anak seusianya memahami pemikiran dan pertanyaannya, apalagi rasa ingin tahu dan intuisinya diremehkan oleh orang dewasa dan teman sebayanya. Karena mereka menyadari hal itu.
INFJ kecil bingung dengan diri mereka sendiri dan bertanya-tanya apakah mereka berbeda dari orang kebanyakan. Pada akhirnya, INFJ cenderung lebih suka menyimpan perasaan dan pikirannya sendiri sampai mereka merasa telah menemukan orang yang tepat untuk meresponsnya.
INFJ biasanya mencoba menemukan jawaban atas pertanyaan mereka dengan membaca buku atau menjelajahi Internet. Faktanya, INFJ ingin mempunyai teman yang sangat dekat dan disukai. Namun, karena kepribadiannya yang pendiam, pemalu, tertutup, dan idealis sejak usia dini, kepribadian uniknya membatasi jumlah orang yang bisa bergaul dengannya.
Baca Juga: Ini Dia Faktanya Mengapa MBTI INFJ Dalam Masyarakat Modern Susah Mencari Relasi
Kepribadian seseorang tidak menentu dan dapat berubah seiring berjalannya waktu. Bahkan ketika sudah dewasa, beberapa orang mempunyai kepribadian yang sangat mirip atau bahkan sama seperti ketika mereka masih anak-anak. Namun, ada pula yang sangat berbeda. Setelah membaca beberapa hal yang dirasakan INFJ saat masih anak-anak, menurut Anda apakah Anda juga memiliki kepribadian INFJ saat masih anak-anak?(Ayaa)***