Bangga Bisa Bersaing di Pasar Internasional, Wagub Sumut Bersama Mendag Lepas Ekspor 9 Ton Pisang Kepok Keling ke Malaysia

photo author
Ayu Kesuma Ningtyas, Realitas Online
- Jumat, 27 Februari 2026 | 22:35 WIB
Wagub Sumut Surya dampingi Mendag Budi Santoso resmikan Pusat Konveksi dan pelepasan Ekspor Pisang Kepok Keling di Pasar Kain Pasar Baru Kecamatan Tebingtinggi, Kota Tebingtinggi. Jumat (27/2/2026). (Realitasonline.id/Alexander AP Siahaan/Kominfo Sumut)
Wagub Sumut Surya dampingi Mendag Budi Santoso resmikan Pusat Konveksi dan pelepasan Ekspor Pisang Kepok Keling di Pasar Kain Pasar Baru Kecamatan Tebingtinggi, Kota Tebingtinggi. Jumat (27/2/2026). (Realitasonline.id/Alexander AP Siahaan/Kominfo Sumut)

 

Realitasonline.id - TEBINGTINGGI | Wagub Sumut Surya bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso lepas ekspor 9 ton pisang kepok keling ke Malaysia dengan nilai sekitar Rp270 juta.

Ekspor ini menandakan produk pertanian rakyat Sumut mampu bersaing di pasar internasional.

Hal tersebut disampaikan Wagub Sumut Surya saat melepas ekspor Pisang Kepok Keling ke Malaysia dan peresmian pusat konveksi pasar kain di Pasar Baru Tebingtinggi, Kota Tebingtinggi, Jumat (27/2/2026).

Baca Juga: Proliga 2026: Gresik Phonska Plus Finis di Peringkat Pertama Babak Reguler Usai Kalahkan JPE

“Ini mungkin terlihat sebagai satu pengiriman, tetapi sesungguhnya ini adalah pesan kuat bahwa produk pertanian rakyat Sumatera Utara mampu bersaing di pasar internasional. Ekspor bukan hanya soal mengirim barang ke luar negeri. Ekspor adalah tentang menjaga kualitas, kontinuitas produksi, standar mutu, serta kepercayaan mitra dagang,” ujarnya.

Karena itu, Pemprov Sumut terus mendorong hilirisasi sektor pertanian agar nilai tambah tidak berhenti pada produk mentah, tetapi berkembang menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Surya menyebutkan, kinerja ekspor Sumut juga menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2025, nilai ekspor mencapai lebih dari US$12,3 miliar atau meningkat sekitar 14% dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Rokok Diduga Tak Sesuai Pita Cukai Beredar di Sumatera Utara, APH di Minta Turun Tangan, Bea Cukai Bungkam

Ia menegaskan, capaian tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan kerja keras petani, pelaku usaha, serta dukungan kebijakan yang tepat.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus mendorong ekspor komoditas unggulan daerah secara berkelanjutan, memperkuat hilirisasi pertanian dan agroindustri, serta mengembangkan sentra industri kecil dan konveksi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi lokal,” katanya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan RI Budi Santoso mengatakan, terkait pelepasan ekspor tersebut, Kementerian Perdagangan memiliki program UMKM Bisa Ekspor. Program ini mengoordinasikan pelaku usaha yang berpotensi ekspor melalui business matching.

“Setiap hari ada business matching, di sana pelaku UMKM melakukan persentase dan bisa dicarikan buyer. Ada 1.200 UMKM yang sudah transaksi US$134,8 juta. Hampir 70% UMKM yang ikut business matching belum pernah ekspor,” katanya.

Mendag menambahkan, program tersebut menjadi salah satu cara agar roda ekonomi berjalan dengan baik.

Ia juga mengajak seluruh pemerintah daerah mendukung UMKM Bisa Ekspor agar pelaku UMKM mampu bertahan di dalam negeri sekaligus berkompetisi di pasar global.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ayu Kesuma Ningtyas

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

‎Bupati Taput Sumbang Saran Inovasi PPID APKASI

Sabtu, 18 April 2026 | 11:40 WIB
X