Deli Serdang - Realitasonline.id | PT Angkasa Pura II menonaktifkan 5 orang personelnya. Hal tersebut dilakukan untuk mendukung proses hukum kepolisian akibat tewasnya seorang wanita di lift Bandara Kualanamu beberapa waktu lalu.
Manajemen Bandara Kualanamu juga memohon maaf kepada keluarga korban dan masyarakat luas.
"Kejadian di Bandara Kualanamu menimbulkan kedukaan mendalam. Atas nama grup perusahaan Angkasa Pura II, kami memohon maaf kepada keluarga korban dan masyarakat luas atas kejadian ini," kata President Direktor Angkasa Pura II (AP II) Muhammad Awaluddin, semalam.
Baca Juga: Perkuat Silahturahmi, Polresta Deli Serdang dan TNI Laksanakan Apel Gabungan
Pihaknya berupaya agar Bandara Kualanamu dapat menjadi lebih baik lagi.
"PT. Angkasa Pura II selaku induk usaha Angkasa Pura Aviasi yang merupakan pemegang lisensi Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) di Bandara Kualanamu, melakukan langkah-langkah yang diperlukan guna mendukung penuh proses oleh pihak berwenang terkait kejadian ditemukan jasad wanita di Bandara Kualanamu," ungkapnya.
Muhammad Awaluddin meminta agar PT Angkasa Pura Aviasi melakukan langkah-langkah serius dalam penyempurnaan aspek pelayanan dan operasional Bandara Kualanamu.
Sejalan dengan ini, pada 1 Mei 2023, Direktur Utama PT Angkasa Pura Aviasi Achmad Rifai menegaskan, 5 personel Bandara Kualanamu dinonaktifkan.
Baca Juga: Duh! Warga Binaan Kasus Narkoba Ketahuan Bebas Gunakan Handphone di Lapas Kelas 2 A Binjai?
“PT Angkasa Pura Aviasi memohon maaf kepada masyarakat luas atas peristiwa ini. Sebagai bentuk perbaikan, kami melakukan langkah-langkah di antaranya 5 personel dinonaktifkan yakni 2 pejabat senior manajer yang membidangi fungsi operasi dan teknik, serta 3 personel operation security yang membidangi cctv operator, sambil menunggu hasil pemeriksaan kepolisian lebih lanjut,” tegasnya.
Ia menambahkan, penonaktifan personel ini menjadi salah satu upaya PT Angkasa Pura Aviasi sebagai bagian dari evaluasi personel dan penyempurnaan prosedur guna memenuhi aspek keselamatan, keamanan dan pelayanan di Bandara Kualanamu. (IW/AY)