Asahan - Realitasonline.id | Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) saat ini merambah disemua kalangan, baik anak sekolah, wanita, orang tua dan orang dewasa, bahkan penyandang disabilitas memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia melalui Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BPSDMP) Kominfo Medan, melihat perlunya pengenalan (TIK) bagi penyandang disabilitas, melalui pelatihan pengenalan manfaat Teknologi Informasi dan Komunikasi, Selasa kemarin (9/5/2023).
Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Sukri berterimakasih, karena memberi pelatihan pengenalan TIK sangat bermanfaat bagi penyandang disabilitas dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Proyek Gagal Lampu Pocong di Medan Telan APBD Rp 21 Miliar, Ketua DPRD Medan: Kembalikan ke Negara
Jarudo Damanik mewakili Kepala BPSDMP Medan mengatakan BKPSDM Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memiliki program kerja utama untuk melaksanakan kegiatan Digital Talent Scholarship dan Pengenalan TIK bagi wanita, anak sekolah dan disabilitas.
Untuk saat ini, mayoritas seluruh aktivitas sehari hari dapat dilakukan melalui internet dan komputer. Jika ingin seperti warga lainnya, penyandang disabilitaskan harus membuat diri memiliki skil dan kompetensi dalam bidang digital. Pelatihan pengenalan TIK sangat bermanfaat dan penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama dengan warga lain.
Baca Juga: Ikuti Lomba Kampung KB Tingkat Nasional, Masyarakat Agar Lakukan Ini
“Pengenalan TIK bagi disabilitas, juga dapat mendorong semangat untuk berkontribusi dalam transformasi digital dengan metode yang dilakukan bersifat humble atau mengedepankankan pendekatan lebih dalam pada proses pembelajaran,” jelas Jarudo.
Bupati Asahan melalui Asisten II Ir. Oktoni Eryanto menyebutkan, seiring kemajuan teknologi, kebutuhan dan cara manusia dalam melakukan suatu hal berubah termasuk pada penggunaan teknologi informasi.
Baca Juga: Tapsel Peroleh Integritas Tertinggi dari KPK RI
"Keterampilan penguasaan TI merupakan salah satu upaya untuk menunjukkan keterampilan penyandang disabilitas dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk tujuan produktif," Kata Oktoni.
Oktoni juga mengharapakan dapat mendorong komunitas ini untuk mengambil peran yang sama dengan komunitas yang lainnya, dalam membangun industri teknologi informasi yang berkembang pesat saat ini.(HS)