Realitasonline.id | PADANGSIDIMPUAN - Puluhan personil Polri dari Polres Padangsidimpuan, prajurit TNI dari Babinsa Kodim 0212/Tapsel, ASN Pemko Padangsidimpuan bersama warga petani kompak bergotong royong.
Mereka membersihkan saluran irigasi yang tersumbat tertimbun material longsor akibat bencana alam beberapa waktu lalu di Daerah Irigasi Ujung Gurap di Lingkungan III Batunadua Jae Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan, Sabtu (24/8/2024).
Ada sepanjang 150 meter saluran irigasi yang mengairi 400 hektar persawahan warga di 7 Desa dan 2 Kelurahan tertutup material tanah dan pasir yang longsor akibat hujan deras beberapa waktu lalu dan juga beberapa titik dinding irigasi juga jebol dan mengalami kerusakan, sehingga dampak kekeringan mengancam persawahan warga.
Baca Juga: Pengukuhan Bunda PAUD Sumut, Ny Boya Timur Tumanggor Sampaikan Harapannya
Pantauan di lapangan, selain personil Polri, TNI, Satpol PP para ASN dan warga masyarakat dan juga kaum ibu turun ke irigasi yang tersumbat membantu mengorek dan mengangkut material tanah dan pasir agar air yang berasal dari sungai melalui pintu air DI Ujung Gurap kembali lancar menuju persawahan warga.
Penjabat (Pj) Wali Kota Padangsidimpuan Timur Tumanggor melalui Asisten II Rahuddin Harahap yang ikut bergotong royong bersama Polri, TNI dan warga mengatakan, kegiatan gotong royong ini merupakan salah satu upaya untuk menyukseskan pertanian dan dalam mengoptimalkan sistem irigasi yang ada dengan baik.
"Untuk memperlancar aliran air ke persawahan warga kita bersama warga dan personil Polri, TNI dan ASN Pemko Padangsidimpuan turun ke lokasi irigasi bergotong royong mengorek material tanah dan pasir yang menumpuk akibat longsoran tebing sehingga menyumbat alirsn air di irigasi," ujar Rahuddin.
Baca Juga: Partai Darul Aceh Ikut Usung Safaruddin Maju Pilkada 2024 Abdya
Rahuddin juga menjelaskan gotong royong yang dilakukan tersebut juga sebagai wujud kepedulian Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan, Polri dan TNI, mengingat volume material tanah dan pasir yang menumpukbdibsaluran irigasi cukup banyak, senentara alat berat sulit untuk masuk ke lokasi irigasi akibat tanah yang labil.
"Makanya kita lakukan secara manual dengan cara gotong royong melibatkan banyak elemen agar petani bisa bercocok tanam kembali dan kebutuhan air untuk sawah tercukupi, " katanya.
Menurut Rahuddin, pembersihan saluran irigasi yang tersumbat material tanah dan pasir menyebabkan aliran air menuju areal persawahan warga terlambat.
“Saluran irigasi sebagai penyedia bahan baku air pertanian harus terus dijaga kelancarannya, sehingga sektor pertanian mampu menghasilkan hasil panen yang baik untuk mendongkrak kesejahteraan para petani,” ungkapnya.
Terpisah, Kapolres Padangsidimpuan AKBP Wira Prayatna melalui Kapolsek Batuandua AKP T Saragih mengatakan, kegiatan kerja bakti ini merupakan wujud kemitraan antara Kepolisian, TNI, Pemko Padangsidimpuan dengan warga petani.
Kegiatan ini merupakan salah satu wujud kepedulian Polri kepada masyarakat serta, upaya membantu tercapainya kenyamanan masyarakat dan bermanfaat bagi kepentingan seluruh warga