sumut

Melihat Dapur Produksi Dodol Khas Tanjung Pura Langkat, Hasilkan Omzet Menggiurkan 6 Juta per Hari

Minggu, 6 April 2025 | 11:18 WIB
Jurnalis Realitasonline.id melihat langsung proses memasak dodol di dapur produksi milik Tengku Malahanasi (Adek) Desa Pematang Tengah Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat, Sabtu (5/4/2025). (Realitasonline.id/Dok)

Realitasonline.id - Langkat | Kota Tangjung Pura di Kabupaten Langkat Sumatera Utara terkenal dengan oleh-oleh khasnya.

Setiap berkunjung ke daerah ini ataupun saat melintas di Jalan Medan- Bandah Aceh yang melewati Kota Tangjung Pura, masih ada yang kurang pas rasanya kalau tidak membeli dodol.

Siapa yang tidak kenal dodol Tangjung Pura, begitulah orang menyebutnya yang melegenda dengan panganan oleh-oleh khasnya yang populer sejak setengah abad yang lalu dengan sejarah Kesultanan Melayu Langkat.

Baca Juga: Usai Isi Tausiah Subuh, Bupati Safaruddin Datangi Rumah Tak Layak Huni milik Janda Miskin di Susoh

Terdapat deretan kios para pedagang menjual dodol disepanjang Jalinsum Tanjung Pura- Pangkalan Brandan Langkat. Para pembeli tak jarang memborong dodol sebagai oleh-oleh ataupun buah tangan untuk dibawa ke daerah tujuan masing-masing.

Adapun makanan khas Tangjung Pura ini diproduksi di rumah pedagang penjual, namun ada juga pedagang hanya sekedar menjajakan saja, artinya pedagang tersebut tidak memproduksi, melainkan memesan dari salah satu rumah yang khusus memproduksinya.

Saat berkunjung ke rumah salah seorang pedagang dodol, Tengku Malahanasi atau akrab disapa Adek, Sabtu (5/4/2025), jurnalis Realitasonline.id didaulat melihat langsung proses pembuatan makanan khas Langkat ini di dapur produksi.

Baca Juga: Operasi Ketupat Toba 2025: Polres Deli Serdang Test Urine Kru Pesawat dan Masinis KAI di Bandara Kualanamu, Ini Hasilnya

Periode lebaran tahun ini saja, permintaan akan dodol buatan Adek tercatat meningkat signifikan, satu hari bisa menghasilkan sebanyak 8 kuali. Kelezatan cita rasa yang dimiliki membuat konsumen ingin terus menikmati sebagai camilan khusunya di momen Idul Fitri.

Dibelakang sebuah rumah permanen di Desa Pematang Tengah Kecamatan Tanjung Pura Langkat tampak sebuah dapur beratapkan rumbia tanpa diding berukuran lebih kurang 5 x 8 meter dibawahnya terdapat barisan kuali besi teronggok diatas tungku.

Dua orang petugas sedang mengaco (mengaduk) dodol yang kelihatan sudah mulai matang berwarna kecoklatan.

Berbincang dengan Adek (48), dia mengaku sudah lama menggeluti usaha dodol khas Tangjung Pura. Berawal mengikuti mertua (orang tua istri) yang menjual dodol di pinggir jalan Kota Tanjung Pura Desa Serapuh, setiap hari ikut membantu mengaco (mengaduk) dodol yang dilakukan di belakang rumah mereka sekaligus dijadikan ruko yang diberi nama "Dodol Fahri".

Baca Juga: BRI Bina Produk UMKM Warisan Budaya, Kini Unici Songket Silungkang Sukses Tembus Pasar Internasional

"Kalau, sejarahnya, tahun ini, kalau Adek bilang, Adek kan orang pendatang nya, kalau ayahnya, dari kakek-kakeknya, tahun berapa lagi kan, sudah buat dodol kayaknya dari tahun 70 an lah", ungkapnya memulai perbincangan.

Sekira tahun 2018 an, lanjut Adek, pembeli panganan khas Langkat ini mulai menunjukkan penurunan, dilain pihak, order (pesanan) untuk mengaco dodol sedikit meningkat. Dititik inilah, pria yang mempunyai 4 orang putra, 1 putri ini sedikit demi sedikit lebih fokus melakukan kerja kerasnya, ditambah lagi sang mertua sudah mulai sepuh dan lebih mempercayainya spesial untuk mengaco dodol.

Halaman:

Tags

Terkini

‎Bupati Taput Sumbang Saran Inovasi PPID APKASI

Sabtu, 18 April 2026 | 11:40 WIB