Pantauan Rralitasonline.id di lokasi, dua orang sedang mengaduk dodol, dimana 1 orang mengaduk 2 kuali sekaligus. Sementara di ruangan rumah, lima orang ibu-ibu sedang membungkus dodol untuk dimasukkan ke dalam mika. Terlihat juga sejumlah pembeli sedang menunggu untuk mendapatkan dodol.
"Kalau membungkus, kami panggil ibu -ibu orang sini, borongannya itu. Satu hari kami beri upah 50 ribu per orang. Kalau tukang kaco, 35 ribu per kuali", bilang Adek.
Adek berharap, usaha dodolnya ini bisa berkembang terus. Dengan brand yang dimiliki Dodol Pulut Asli FAHRI, Adek berharap usaha dodolnya ini bisa berkembang terus dengan menghubungi ke nomor 0853 6214 3021.
Ia pernah mendapat bantuan dari seorang anggota dewan, satu unit kuali listrik untuk mengaduk dodol, tapi, katanya tidak bisa dipakai.
Selain itu, untuk memasarkan dodolnya secara online, belum pernah ia lakukan. Saat ini dodol buatannya dipasok ke toko "Keripik Rindu" yang lagi viral di daerah Langkat.(IW)