sumut

Dinas PU, Perkim, LH, BPBD dan PUPR Sumut Tinjau Saluran Parit Tertimbun Material Longsor di Jalan Nasional Padangsidimpuan

Sabtu, 24 Mei 2025 | 19:41 WIB
Sejumlah Kepala OPD Pemko Padangsidimpuan bersama Dinas PUPR Provsu meninjau langsung lokasi parit yang tertimbun material longsoran material tanah, batu dan kayu dari perbukitan di sekitaran Jalan Nasional Kota Padangsidimpuan, Jumat (23/5/2025). (Realitasonline.id/Riswandy)

Realitasonline.id - Padangsidimpuan | Sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kota Padangsidimpuan bersama Dinas PUPR Sumut meninjau langsung parit yang tertimbun longsoran dari material tanah, batu dan kayu dari perbukitan di sekitaran Jalan Nasional Lingkungan Tanggal Kelurahan Sitamiang Kecamatan Padangsidimpuan Selatan Kota Padangsidimpuan, Jumat (23/5/2025).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk mendata kerusakan guna dilakukan penanganan dan perbaikan.

Mengingat parit tersebut telah tersumbat material, sehingga menghentikan aliran air yang sebagian besar untuk kebutuhan persawahan warga, sekaligus mencegah luapan air dari parit ke badan jalan bila hujan turun yang akan merusak insfrastruktur jalan.

Baca Juga: Sampaikan Pesan Haru dan Doa, Gus Irawan Lepas 174 Jemaah Tapsel Menuju Asrama Haji Medan

Dalam peninjauan tersebut hadir Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Padangsidimpuan Rahuddin Harahap, Kepala Dinas (Kadis) Perumahan Rakyat dan Permukiman (Perkim), sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Imbalo Siregar, Kadis Lingkungan Hidup (LH) IArmin Siregar, Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dedi Iriansyah dan Kepala Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) PUPR Provsu Padangsidimpuan Datsur Hasibuan.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Padangsidimpuan Rahuddin Harahap mengatakan kegiatan peninjauan ini disamping melaksanakan langkah pembersihan parit melalui gotong royong bersama, juga sebagai respons cepat atas laporan warga terkait tersumbatnya aliran air akibat timbunan material longsor yang menutup sebagian besar saluran parit di wilayah tersebut.

" Ini atas perintah Wali Kota Padangsidimpuan untuk merespon segala keluhan warga. Kondisi ini tidak boleh dibiatmrkan berlarut-larut, karena  dikhawatirkan dapat menyebabkan genangan atau banjir apabila tidak segera ditangani secepatnya, " ujar Rahuddin.

Baca Juga: Pembahasan Pencabutan Perda RDTR Mandek, Ketua Bapemperda DPRD Medan Beri Penjelasan

Ia menegaskan, pentingnya kolaborasi seluruh OPD terkait dengan instansi lintas sektor untuk percepatan penanganan dan tindak lanjut ke depan setelah parit tersebut dibersihkan dari material longsor guna mencegah kejadian serupa di waktu-waktu mendatang.

" Peninjauan ini bukan hanya sebatas untuk ornanganannya saja. Tetapi juga nenunjukkan bagaimana pemerintah selalu hadir ke tengah masyarakat dam bisa merespon segala keluhan masyarakat pasca bencana beberapa waktu lalu, " katanya.

Kadis Perkim sekaligus Plt Kadis PUPR Kota Padangsidimpuan Imbalo Siregar, menyatakan, kehadiran pihaknya dalam peninjauan lokasi bekas longsoran yang mentup saluran parit tersebut guna mengecek dampak kerusakan dinding parit akibat tersapu longsoran material tanah, batu dan kayu-kayuan besar.

" Kami sedang mendata dampak kerusakannya dan menang ada beberapa meter dinding beton parit yang jebol. Ke depannya bila anggaran memungkinkan, perlu kita rehabilitasi kembali, agar bila hujan turun, luapan air tidak tumpah ke jalan, " kata Imbalo.

Baca Juga: Gedung di Jalan Danau Singkarak Tanpa Izin PBG, DPRD Medan Sesalkan Sikap Membangkang Pemilik Bangunan

Sementara Kadis LH Kota Padangsidimpuan Ir. Armin Siregar, menyatakan, longsor yang terjadi tidak terlepas dari faktor lingkungan yakni, rapuhnya pengikat tanah oleh akar pepohonan diakibatkan adanya penebangan pohon di atas perbukitan sehingga begitu hujan turun, air merembes ke dalam tanah dan terjadi longsor.

" Selain penanganan pasca longsor, langkah preventif juga perlu diambil guna mengantisipasi kejadian serupa ke depan yang kini sedang di programkan melalui penanaman pohon di kawasan perbukitan yang rawan longsor, serta penguatan lereng dengan metode konservasi lingkungan. Ini penting agar kawasan tersebut memiliki daya tahan terhadap hujan deras dan tidak mudah longsor, " ujar Armin.

Halaman:

Tags

Terkini

‎Bupati Taput Sumbang Saran Inovasi PPID APKASI

Sabtu, 18 April 2026 | 11:40 WIB