sumut

Rehabilitasi Pasca Bencana, DPRD Minta Pemkab Taput Segera Benahi Lahan Pertanian yang Rusak

Rabu, 4 Februari 2026 | 12:19 WIB
Gabungan komisi DPRD Taput saat rapat kerja dengan Pemkab membahas percepatan penanganan pasca bencana alam. (Realitasonline id/AS)


Realitasonline.id - Taput | Dalam gelaran rapat kerja gabungan komisi DPRD dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dengan agenda penanganan pasca bencana alam.

Anggota komisi C DPRD Tapanuli Utara dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jufri Sitompul mengusulkan hal yang dianggap penting sebagai perhatian.

Komisi C meminta agar mitigasi bencana jangan melulu dilakukan pada struktural atau hanya soal pembangunan kembali fisik yang telah rusak tetapi juga harus memikirkan non-struktural.

 

Baca Juga: BI Pematangsiantar dan LPPM Universitas Labuhanbatu Join Kerja Sama Hasilkan Data Survei Harga yang Andal

 

"Mitigasi non-struktural pasca-bencana juga sangat penting yang berfokus pada upaya non- fisik untuk mengurangi risiko masa depan, meliputi kebijakan, edukasi dan penataan dan perilaku masyarakat," kata Jufri Sitompul di Gedung DPRD Taput kemarin, Senin (2/2/2026).

Jufri mencontohkan perilaku masyarakat pasca bencana biasanya hanya dalam pemikiran bahwa ketika rumahnya rusak pasti dibangun kembali oleh pemerintah., sebaliknya pemerintah juga berpikiran sama.

"Jadi jangan hanya melulu soal fisik, tapi juga ikut non fisik," ujarnya.

Jufri menambahkan, bisa saja untuk pemulihan fisik dilakukan gotong royong, misalnya untuk rumah yang mengalami kerusakan ringan, termasuk lahan sawah yang rusak ringan bisa segera dilakukan upaya penanaman kembali.

 

Baca Juga: Sampah Menumpuk di Sungai Jadi Ancaman Bencana Banjir Terus-terusan di Kota Medan, Polisi Turun Tangan

 

Seperti, lahan sawah yang rusak yang masih kategori ringan dan sedang bisa saja dilakukan upaya mandiri secara bersama warga petani dengan melakukan penanaman kembali, sebelum turunnya uluran pemerintah. Kalau sudah rusak berat tentu harus segera ditangani pemerintah untuk memulihkan.

"Kondisi Pahae sekarang dengan jumlah lahan persawahan yang telah tertimpa material padat dan seterusnya, kalau itu dibiarkan, bagaimana masa depan warga disana yang menggantungkan hidupnya dari pertanian lahan sawah," kata Jufri, dihadapan sidang dipimpin Watua Reguel Simanjuntak.

Halaman:

Tags

Terkini

‎Bupati Taput Sumbang Saran Inovasi PPID APKASI

Sabtu, 18 April 2026 | 11:40 WIB