Realitasonline.id - Taput | Dalam gelaran rapat kerja gabungan komisi DPRD dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dengan agenda penanganan pasca bencana alam.
Anggota komisi C DPRD Tapanuli Utara dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jufri Sitompul mengusulkan hal yang dianggap penting sebagai perhatian.
Komisi C meminta agar mitigasi bencana jangan melulu dilakukan pada struktural atau hanya soal pembangunan kembali fisik yang telah rusak tetapi juga harus memikirkan non-struktural.
"Mitigasi non-struktural pasca-bencana juga sangat penting yang berfokus pada upaya non- fisik untuk mengurangi risiko masa depan, meliputi kebijakan, edukasi dan penataan dan perilaku masyarakat," kata Jufri Sitompul di Gedung DPRD Taput kemarin, Senin (2/2/2026).
Jufri mencontohkan perilaku masyarakat pasca bencana biasanya hanya dalam pemikiran bahwa ketika rumahnya rusak pasti dibangun kembali oleh pemerintah., sebaliknya pemerintah juga berpikiran sama.
"Jadi jangan hanya melulu soal fisik, tapi juga ikut non fisik," ujarnya.
Jufri menambahkan, bisa saja untuk pemulihan fisik dilakukan gotong royong, misalnya untuk rumah yang mengalami kerusakan ringan, termasuk lahan sawah yang rusak ringan bisa segera dilakukan upaya penanaman kembali.
Seperti, lahan sawah yang rusak yang masih kategori ringan dan sedang bisa saja dilakukan upaya mandiri secara bersama warga petani dengan melakukan penanaman kembali, sebelum turunnya uluran pemerintah. Kalau sudah rusak berat tentu harus segera ditangani pemerintah untuk memulihkan.
"Kondisi Pahae sekarang dengan jumlah lahan persawahan yang telah tertimpa material padat dan seterusnya, kalau itu dibiarkan, bagaimana masa depan warga disana yang menggantungkan hidupnya dari pertanian lahan sawah," kata Jufri, dihadapan sidang dipimpin Watua Reguel Simanjuntak.