Tapanuli Selatan - Realitasonline.id | Tokoh masyarakat Sumatera Utara, Syahrul M Pasaribu, mengajak seluruh elemen anak bangsa untuk selalu bergandengan tangan dan bahu membahu, dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera.
Hal itu diutarakannya, saat menghadiri pesta pembangunan Gereja Kristen Protestan Angkola (GKPA), Desa Bulu Mario, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sabtu (17/6/2023) malam.
Saat menghadiri pesta pembangunan GKPA tersebut, Syahrul Pasaribu didampingi Syamsul Qamar, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sumut dan Fungsionaris Partai Golkar Tapsel Defri Siregar.
Sesampai di lokasi pesta pembangunan GKPA Bulu Mario itu, ketiga tokoh Golkar itu disambut panitia dengan suka cita dan rasa penuh hormat. Hal itu dibuktikan dengan penyematan ulos (diulosi), kepada ketiganya, yang tentu menjadi simbol penghormatan secara adat Tapsel, kepada undangan.
Acara tersebut juga dihadiri Sekjen GKPA Pdt Renhat Siregar, Kades Bulu Mario, Tokoh Masyarakat (Hatobangon), Praeses Daniel Siregar, Pdt Flora Pasaribu, pimpinan serta jemaat GPKA, serta masyarakat dan tamu undangan lainnya.
Baca Juga: Pemkab Asahan Tandatangi Kesepakatan Peningkatan Kualitas Pengelolaan Keuangan
"Mauliate sagodangna tu tondongku sasudena (terima kasih banyak saudaraku) atas undangannya. Juga atas kepedulian, peran dan kerjasama selama ini. Tentu, berbagai capaian saat saya memimpin Tapsel, tak lepas dari dukungan GKPA," ungkap Syahrul.
Syahrul menyebutkan, pengalamannya saat diberi amanah oleh rakyat dalam memimpin Tapsel selama dua periode, suasana harmonis selalu terpelihara dengan baik termasuk dengan GKPA.
Baca Juga: Kemenag Resmi Umumkan Idul Adha Jatuh pada 29 Juni 2023
Ia tidak pernah memandang atau membedakan suku, agama, ras dan antar golongan. Semua diupayakan mendapat perlakuan yang sama terkait berbagai hal terlebih program pembangunan secara profesional dan proporsional.
"Suasana harmonis, yang seperti itulah yang mendorong saya merasa perlu menghadiri undangan ini," terang Bupati Tapsel periode 2010 - 2015 dan 2016 - 2021, yang sangat dekat dengan rakyat itu.
Diungkapkannya, saat ia memimpin Tapsel, ada gagasan yang diwujudkan terkait memberi tali asih kepada Guru Sekolah Minggu, seperti juga tali asih kepada Guru mengaji, nazir dan imam masjid,