Tgk Muhammad Hafiq juga menyebutkan infak turut disalurkan untuk biaya pelatihan pemuda miskin, yaitu untuk pelatihan mekanik sepeda motor, pelatihan merakit/service komputer dan pelatihan menjahit dengan total biaya Rp 300 juta lebih untuk tiga kegiatan yang segera digelar.
Baca Juga: Buka Dialog Keperempuanan, Ketua TP PKK Langkat Endang: Upayakan Cegah Kekerasan Seksual
“Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bireuen melalui BLK (Balai Latihan Kerja) di Desa Beunyot Kecamatan Juli selama 30 hari pertemuan dengan instruktur yang kompeten,” urai Tgk Muhammad Hafiq.
Di bidang kemaslahatan umat, infak disalurkan kepada 20 warga yang rumahnya terbakar Rp 100 juta, 50 anak balita penyandang disabilitas Rp 100 juta.
Balita penyandang disabilitas tersebar di 17 kecamatan dan juga diminta data melalui kantor kecamatan.
Baca Juga: Temu Ramah Bersama Danrem 022 PT Bupati Asahan Ucapkan Terima Kasih
Pendataan balita penyandang disabilitas merupakan kerja sama Baitul Mal Kabupaten Bireuen dengan 17 kecamatan.
Berikutnya sebut Tgk Muhammad Hafiq untuk 35 penerima dari ibu dan anak korban kekerasan fisik dan psikis warga Kabupaten Bireuen Rp70 juta.
“Program bantuan ini adalah Kerjasama Baitul Mal dengan Dinas PMGPKB Kabupaten Bireuen. Bantuan ini perdana dari Baitul Mal Bireuen,” jelasnya.
Baca Juga: BNI Indonesia Masters 2023: Zaidan/Felisha dan Marwan/Jessica ke Perempatfinal
Ia juga menjelaskan dengan penyaluran zakat dan infak tahap II, maka penyaluran zakat yang sudah terealisasi tahap I dan II untuk zakat Rp2,6 miliar dan infak Rp2,1 miliar, sehingga total zakat dan infak yang terealisasi Rp 4,7 miliar.
“Ada beberapa kegiatan yang masih dalam proses pelaksanaan seperti beasiswa, pelatihan pemuda miskin dan kegiatan sosialisasi," katanya. (RZ)