Bireuen - Realitasonline.id I Sedikitnya 300 warga hadir ke Kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Bireuen, di Gampong (Desa) Paya Lipah, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Sabtu (23/12/2023) pagi.
Kedatangan warga dari beberapa desa di Kabupaten Bireuen ke kantor di luar Provinsi Aceh disebut KPU untuk memberikan suara pada Simulasi Pemilu 2024 yang dilaksanakan KIP Bireuen.
Bukan saja warga yang dilibatkan dalam simulasi itu hadir pada kegiatan itu.
Baca Juga: HPN 2024: 2 Bupati di SUMATERA UTARA Terima Anugerah PWI yang akan Disaksikan Presiden Joko Widodo
Namun, di lokasi tersebut itu juga terlihat pejabat kabupaten, diantaranya Pejabat yang mewakili Pj Bupati Bireuen Aulia Sofyan, Kapolres Bireuen AKBP Jatmiko, Dandim Bireuen yang diwakili Perwira Staf, Ketua Panwaslih Bireuen, dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), serta sederetan unsur lainnya.
Amatan https://www.Realitasonline.id Realitasonline.id, di halaman depan Kantor KIP Bireuen, di kawasan Paya Lipah Kecamatan Peusangan telah terpasang sebuah tenda ukuran sedang.
Di bawah tenda itu sudah direkayasa menjadi tempat pemilihan suara, lengkap dengan kotak suara, maupun kertas suara.
Baca Juga: Pecandu Narkoba Ditangkap Polisi, 0,43 Gram Sabu Disita
Kegiatan simulasi yang dimulai dari Pukul 08.00 WIB, menurut amatan Realitasonline.id terlihat berjalan lancar menyerupai Pemilu sungguhan. Pada kegiatan itu terlihat seorang disabilitas ikut memberikan suara.
Simulasi itu diawali dengan sambutan dari Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Bireuen, Saiful Hadi.
Ia menjelaskan, simulasi itu untuk memperagakan secara langsung tentang tata cara, seperti pencoblosan surat suara dan proses perhitungan suara Pemilu 2024.
Baca Juga: Pecandu Narkoba Ditangkap Polisi, 0,43 Gram Sabu Disita
"Pada acara ini KIP juga mengundang seperti Anggota TPS dan PPK dalam Wilayah Kabupaten Bireuen. Ini agar simulasi berjalan seperti Pemilu sungguhan,"ujar Saiful Hadi.
Seterusnya Ketua KIP Bireuen Saiful Hadi menyebutkan, pihak KIP Bireuen dalam acara itu juga mengikutsertakan Panwaslih, PPK, PPS, PPG, dan Linmas, serta sejumlah anggota masyarakat.
Sebut Saiful Hadi hal itu dilakukan agar masyarakat dapat melihat tentang mekanisme dan tata cara pemilihan.