Di Bireuen Harga Gabah Anjlok, Petani Rugi

photo author
Iin Prasetyo, Realitas Online
- Senin, 1 April 2024 | 14:11 WIB
Seorang wanita di Desa Juli Meunasah Tambo, Kecamatan Juli sedang mengangkat hasil panen untuk dijual kepada pengumpul. (AJ)
Seorang wanita di Desa Juli Meunasah Tambo, Kecamatan Juli sedang mengangkat hasil panen untuk dijual kepada pengumpul. (AJ)

Realitasonline.id - Bireuen | Harga gabah kering pada tingkat pengumpul di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh anjlok, sehingga petani padi di daerah itu menderita kerugian besar.

Mex, seorang pengumpul (agen) gabah di Kabupaten Bireuen yang ditanya Realitasonline.id, Sabtu (30/3/2024), membenarkan harga gabah kering (padi) turun.

"Hari ini ditampung Rp6.000/ perkilo, atau lebih murah dari harga beli kemarin," sebut Mex.

Baca Juga: Tutup Gelar Safari Ramadhan, Pemdes Sei Rotan: Waspadai Kejahatan Mengintai

Ia juga mengatakan harga gabah pada awal bulan Ramadan sempat Rp7.000/ kilogram. Kemudian anjlok menjadi Rp6.200/ kg, dan malah terakhir jadi Rp6.000 perkilogram.

"Petani rugi karena harga gabah tidak sesuai dengan biaya produksi. Pupuk subsidi pun mahal, di pangkalan pengecer menjual (pupuk) tidak sesuai dengan harga subsidi," ujarnya.

Baca Juga: Menawarkan Kenyamanan Berkendara Mobil Bekas Kia Rio 2014: Tunggu Apalagi

Ditanya tentang penyebab anjlok harga gabah, Mex menduga karena Tauke di Medan tidak membeli gabah dari Aceh.

"Saya dengar ada beras dari luar, maka Tauke di Medan tidak membeli gabah kita. Tetapi aneh juga ya, walau padi murah beras masih saja mahal,"sebutnya.

Pengumpul lainnya yang ditanya Realitasonline.id di areal persawahan Gampong Juli Meunasah Tambo, Minggu (31/3/2024) mengaku, gabah yang dikumpul dari petani dipasok ke panampung.

"Hari ini saya beli Rp5.800 perkilo,"sebut pria itu.

Baca Juga: Menyuguhkan Kelincahan Dan Kemudahan Mobil Bekas Toyota Agya 1.2 TRD Hatchback 2018: Pas Buat Mudik Lebaran Broo!!n

Sementara Munzir, yang ditanya Realitasonline.id saat mengawasi pemanenan padi miliknya di Desa Juli Seutuy, Kecamatan Juli mengaku tidak melepaskan gabah hasil panen ke agen atau pengumpul yang turun ke sawah membeli gabah.

"Harga gabah di tingkat pengumpul sangat murah, maka saya jual ke penampung di Kutablang, di sana hari ini Rp7.000 perkilo,"ujar pria yang juga aktif sebagai PNS.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Iin Prasetyo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X