Baca Juga: 7 Kepala KUA Dilantik, Kankemenag Abdya: Kita Harus Bersatu Padu dan Satu Komando
Selain fokus pada ibadah, ia juga mengapresiasi pengajian rutin di kampung-kampung. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat membentuk karakter generasi muda dengan nilai-nilai keislaman.
Terkait tindak lanjut instruksi gubernur, Safaruddin menyampaikan bahwa Pemkab Abdya akan menyesuaikan kebijakan dengan kondisi daerah, baik dalam bentuk instruksi bupati, surat edaran, bahkan qanun (peraturan daerah).
Di akhir penyampaiannya, Bupati Safaruddin menegaskan bahwa gerakan shalat berjamaah ini bukan untuk pencitraan politik, tetapi merupakan tanggung jawab moral dan spiritual sebagai pemimpin.
“Shalat berjamaah bukan hanya soal ibadah, tapi juga soal kedamaian dan silaturahmi. Kalau kita sering bertemu di masjid, rasa benci akan hilang. Hidup kita akan lebih tenteram dan harmonis,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Abdya, Zaman Akli, menyatakan dukungan penuh terhadap pernyataan Bupati Safaruddin.
"Alhamdulillah apa yang disampaikan oleh pak Bupati, ini menunjukkan untuk kemajuan kita bersama," pungkasnya. (Zal)