Politisi PDIP Masady Manggeng Soroti Anjloknya Harga Udang Vanname Ancam Nasib Penambak

photo author
Iin Prasetyo, Realitas Online
- Selasa, 9 September 2025 | 08:27 WIB
Masady Manggeng Politisi PDIP asal Aceh
Masady Manggeng Politisi PDIP asal Aceh

Realitasonline.id - Aceh | Politisi PDIP asal Aceh, Masady Manggeng, mengaku prihatin dengan nasib para penambak udang jenis vanname di Aceh yang terancam bakal gulung tikar lantaran anjloknya harga penjualan di pasaran sejak Agustus 2025.

Menurut pria asal Cot Bak U, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) itu, kalau penambak udang vanname di Aceh mengalami kerugian besar lantaran disinyalir akibat penghentian sementara ekspor udang beku Indonesia ke Amerika Serikat, yang membuat rantai pemasaran terganggu dan harga udang anjlok drastis.

Mereka (penambak) mulai panik karena salah satu pabrik besar di Medan tidak lagi menerima hasil panen udang mereka. Sementara hanya ada satu pabrik lain dengan kapasitas terbatas yang masih membeli. Situasi ini di manfaatkan oleh agen-agen penampung udang segar di Medan dengan menekan harga jauh di bawah standar, sedangkan harga di daerah lain lebih tinggi seperti daerah Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.

 

Baca Juga: Mobil Polestar 5, Bukan Sekadar Penantang Porsche Taycan, Interiornya Bahkan Lebih Luas

 

Situasi ini jelas membuat para petambak wilayah Aceh merasa di permainkan dan merugi hingga miliaran bahkan puluhan miliaran rupiah.

"Kita mendapat keluhan ini dari para penambak udang di Pantai Barat Selatan Aceh (Barsela) yang mengeluhkan nasib mereka jika hal ini terus berlanjut," ungkap Masady yang kini berdomisili di Jakarta.

Masady merincikan kalau harga udang itu jauh dibawah tabel, misalkan, harga udang ukuran 30 ekor per kilogram yang tercatat pada tabel Medan tanggal 10 Agustus 2025 adalah Rp74.000/kg. Namun, harga yang ditawarkan penampung hanya Rp58.000–Rp60.000/kg. Bahkan, di tingkat tambak, Penurunan harga berkisar Rp17.000–Rp14.000/kg.

 

Baca Juga: Review Hyundai Palisade 2025 Hybrid: Naik Kelas Jadi Genesis Rasa Keluarga

 

“Dengan kondisi ini, mustahil petambak memperoleh keuntungan. Justru mereka menanggung kerugian besar yang mengancam kelangsungan usaha,” ujarnya.

Untuk itu, Masady Manggeng menilai pemerintah pusat dan daerah tidak bisa tinggal diam menghadapi persoalan ini. Jika tidak ada intervensi cepat, ia khawatir banyak petambak di Aceh akan gulung tikar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Iin Prasetyo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X