Realitaonline.id - Abdya | Banyak alasan kenapa tambang emas dan tambang lain harus ditolak di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Kompleksnya justifikasi bisa ditinjau variabel kesehatan, faktor lingkungan, kerusakan area pertanian, sosial, dan ekonomi menjadi dasar penting.
Alumni FKM Universitas Muhammadiyah Ace, Yulizar Kasma kepada wartawan di Blangpidie, Kamis (24/9/2025) menjelaskan beberapa dampak dari tambang-tambang itu, tentu warga Kecamatan Kuala Batee masih membekas dalam ingatan mereka tentang banjir bandang dahsyat puluhan tahun silam tepatnya pada tanggal 19 atau 20 Desember 2002 melanda kawasan setempat.
Peristiwa yang tak luput dari ingatan itu, setidaknya telah menelan tiga orang korban jiwa, lahan pertanian rusak, kayu-kayu besar berserakan dijalan nasional hingga rumah-rumah penduduk ikut terdampak banjir. Bencana besar semacam itu harus menjadi pelajaran bagi penduduk Abdya hingga tidak terulang lagi.
Baca Juga: LEMKAPI Beri Presisi Award untuk Polres Padangsidimpuan Atas Inovasi Pelayanan Publik
Selain itu beberapa dasar kuat yang bisa menjadi justifikasi kenapa menolak keberadaan tambang emas dan tambang lain, yakni, Pertama Dampak Kesehatan yang terindikasi dari Pencemaran Merkuri dan Sianida. Paparan merkuri dapat menyebabkan gangguan neurologis, masalah ginjal, dan gangguan perkembangan pada anak-anak.
Sianida juga berbahaya jika ditelan. Pertambangan emas skala besar dan artisanal (ASGM) telah lama dikaitkan dengan konsekuensi sosial dan lingkungan yang signifikan.
Namun, dampak pada kesehatan masyarakat seringkali diabaikan. Sekitar 80% anak di bawah usia 10 tahun memiliki kadar merkuri rambut yang lebih tinggi dari ambang batas aman (1 g/g) di daerah ASGM Talawaan, Minahasa Utara, Sulawesi Utara.
Baca Juga: Wabup Tapsel Dorong Digitalisasi Pendidikan Lewat Dapodik dan Sumut Net Corporate
Di Kalimantan Tengah, penelitian menunjukkan peningkatan kadar merkuri pada sampel rambut masyarakat yang tinggal di sekitar Sungai Kahayan yang digunakan untuk ASGM, dengan beberapa individu menunjukkan gejala keracunan merkuri kronis.
Pertambangan skala besar yang direncanakan di tujuh Gampong di Kuala Batee oleh PT Abdya Mineral Prima (AMP) memilik resiko kesehatan, karna kemungkinan besar menggunakan proses pelindian sianida. Sianida sangat beracun dan dapat menyebabkan kematian cepat pada dosis tinggi. Paparan kronis pada dosis rendah bisa menyebabkan Neurologis: Masalah tiroid, neuropati (kerusakan saraf).
Kedua Dampak lingkungan yang merusak deforestasi dan hilangnya keanekaragaman hayati: Penebangan hutan skala besar disebabkan oleh pembukaan lahan untuk area tambang, jalan akses, dan fasilitas pendukung. Ini menghancurkan habitat alami, mengancam spesies lokal, dan menurunkan keanekaragaman hayati.