Realitasonline.id - Bireuen | Dalam upaya percepatan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak bencana, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh.
Kegiatan ini seperti disampaikan dalam rilis PNPB bertanggal 20 Januari 2026, untuk memastikan progres pembangunan Huntara berjalan sesuai target serta mendukung pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana.
Rangkaian Kunjungan Kerja (Kunker) BNPB ke Aceh, diawali dengan peninjauan langsung lokasi pembangunan Huntara di Desa Manyang Lancok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya pada Selasa (20/1/2026).
Baca Juga: Jumlah Pengungsi Dampak Bencana Tapsel Capai 12.000 Orang
Di tempat itu Kepala BNPB, Letjen Suharyanto, menegaskan tentang pentingnya percepatan penyelesaian pembangunan huntara agar segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang masih tinggal di hunian darurat atau hundar.
Selanjutnya, Kepala BNPB melanjutkan kegiatan ke Pendopo Bupati Pidie Jaya untuk mengadakan pertemuan bersama pemerintah daerah dan unsur terkait.
Pada kesempatan itu membahas langkah strategis percepatan pembangunan huntara serta penguatan koordinasi penanganan pascabencana di Kabupaten Pidie Jaya.
Berikutnya melakukan Kunker ke Kabupaten Bireuen. Di kabupaten berjulukan kota juang, kepala BNPB Letjen Suharyanto, menyerahkan bantuan untuk Dayah/YPI Ummul Ayman di Gampong Putoh, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen. Bantuan itu diterima langsung oleh Pimpinan YPI Ummul Ayman, Waled Nuruzzahri Yahya, bersama jajaran pengurus dayah.
Adapun bantuan yang disalurkan itu meliputi 500 set peralatan ibadah, 300 Al-Quran, serta 5 ton permakanan, beserta peralatan olahraga.
Baca Juga: Pasca Banjir MTsN 4 Tapsel Masih Gunakan Kelas Darurat, Kakan Kemenag Turun Langsung ke Sekolah
Bantuan tersebut diharapkan mendukung kegiatan pendidikan, keagamaan, serta kebutuhan dasar para santri.
Seterusnya Kepala BNPB juga menghadiri acara penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) untuk warga terdampak bencana di Kabupaten Bireuen.