Wakil Ketua DPRK Bireuen, Muslem Abdullah Apresiasi Manajemen RSUD dr Fauziah Bireuen

photo author
Iin Prasetyo, Realitas Online
- Kamis, 5 Maret 2026 | 07:57 WIB
Wakil Ketua DPRK Bireuen, Muslem Abdullah.
Wakil Ketua DPRK Bireuen, Muslem Abdullah.

"Fasilitas Rumah Sakit dr. Fauziah Bireuen lebih lengkap dibandingkan fasilitas rumah sakit lain di kabupaten tetangga. Ini sebuah prestasi yang perlu diberikan apresiasi,"ujar politikus Partai Aceh.

Wakil Ketua DPRK Bireuen itu mengungkapkan, RSUD dr. Fauziah Bireuen, selain memiliki fasilitas, SDM di Rumah Sakit pelat merah itu hampir setara dengan SDM Rumah Sakit Zainal Abidin, Banda Aceh, sehingga pasien dari rumah sakit kabupaten tetangga banyak yang minta dirujuk ke Bireuen.

Banyaknya pasien rujukan dari kabupaten tetangga, seperti dari Aceh Utara, Lhokseumawe, Bener Meriah, Takengon, dan Pidie Jaya, maka berakibat pada membludak pasien di rumah sakit kebanggaan masyarakat Bireuen itu.

"Saya kita semua harus mengapresiasi rumah sakit dr. Fauziah Bireuen,"sebutnya.

Wakil Direktur RSUD dr. Fauziah Bireuen, Mirzal, SKep, M.KM yang ditanya tentang pasien rujukan di RSUD dr. Fauziah Bireuen mengaku terjadi peningkatan. Mereka adalah pasien rujukan ke RSUD dr. Fauziah Bireuen setelah diberikan pilihan di rumah sakit dirawat, apakah dirujuk ke Zainal Abidin atau ke RSUD dr. Fauziah Bireuen.

"Tentu pasien dari kabupaten tetangga memilih dirujuk ke RSUD dr. Fauziah, sebab ketika di rujuk ke Banda Aceh punya risiko tinggi dalam perjalanan,"ujarnya.

Seterusnya pria religius yang akrab disapa Syech Tawi menyebutkan,
RSUD dr. Fauziah Bireuen telah menerapkan pelayanan berbasis digital untuk memudahkan dan mempercepat administrasi pasien.

"Sekarang sudah tidak berbelit - belit,"ujarnya.

Dicontohkan oleh Syech Tawi, rekam medis elektronik (SIMRS) sudah terhubung antar ruangan, sehingga tidak lagi menggunakan kertas yang banyak.

"Ini mengurangi beban rumah sakit untuk pengadaan kertas.
Biasanya membutuhkan ribuan rem kertas dan terbebani biaya pengadaan kertas,"sebutnya.

Ia juga menyebutkan, penerapan transformasi digital di RSUD dr. Fauziah Bireuen telah mendapatkan penghargaan dari BPJS, Jasa Raharja dan Pemkab Bireuen.

Selain itu untuk memudahkan pasien, RSUD dr. Fauziah Bireuen membuka layanan "intat ubat" (Libat).

"Hal ini juga masuk dalam inovasi layanan. Pasien rawat jalan atau keluarga tidak perlu lagi mengantri obat. Cukup bayar Rp10 ribu obat, Alhamdulillah sudah sampai ke rumah pasien,"ungkapnya.

Layanan unggulan lain di rumah sakit Bireuen, yaitu spesialis mata, bedah digestif, saraf, bedah tulang, bedah vaskuler (penyakit pembuluh darah).

Ke depan, sebut Syech Tawi pemasangan Cath Lap atau ruang untuk melayani penyakit jantung.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Iin Prasetyo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X