Realitasonline.id - Bener Meriah | Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bener Meriah Aceh, Mashuri menanggapi pernyataan Bupati Bener Meriah terkait dugaan adanya oknum wartawan yang meminta uang Rp15 juta kepada Kepala Dinas Pertanian.
Dalam pernyataan sebelumnya, Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar menyebut adanya oknum yang mengatasnamakan wartawan diduga meminta uang kepada Kepala Dinas Pertanian terkait pengadaan sapi meugang bantuan Prabowo.
Oknum tersebut juga disebut-sebut mengancam akan melakukan aksi jika permintaan uang tersebut tidak dipenuhi.
Menanggapi hal tersebut, Ketua PWI Bener Meriah Mashuri menegaskan bahwa pihaknya sangat menyayangkan jika benar ada oknum yang mengatasnamakan wartawan untuk melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik.
Menurut Mashuri, profesi wartawan memiliki aturan dan etika yang harus dijunjung tinggi dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Oleh karena itu, setiap tindakan yang berpotensi mencoreng nama baik profesi wartawan tidak dapat dibenarkan.
Ia juga menegaskan, PWI Bener Meriah mendukung upaya penegakan hukum apabila benar terdapat pihak yang melakukan tindakan pemerasan atau intimidasi dengan mengatasnamakan profesi wartawan.
Baca Juga: Diinisiasi Bank Indonesia Pematangsiantar, Wali Kota Apresiasi SERASI 2026
“Jika memang ada oknum yang melakukan hal tersebut, tentu kami sangat menyayangkan. Profesi wartawan memiliki kode etik dan tidak dibenarkan melakukan tindakan yang melanggar hukum atau merugikan pihak lain,” tegas Mashuri.
Mashuri juga meminta agar persoalan tersebut dapat disampaikan secara jelas disertai bukti yang kuat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat serta tidak merusak citra para wartawan yang selama ini bekerja secara profesional.
Selain itu, ia mengimbau seluruh wartawan yang bertugas di Kabupaten Bener Meriah untuk tetap menjaga integritas, profesionalitas, serta mematuhi kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugas.
Baca Juga: Tak Perlu Izin Kerja, Urus Tanah Bisa Lewat PELATARAN
“Jangan sampai ulah oknum merusak kepercayaan masyarakat terhadap profesi wartawan. Kami berharap semua pihak dapat menyikapi persoalan ini secara bijak dan terbuka,” tambahnya.
Mashuri juga menyatakan kesiapan PWI Bener Meriah untuk berkoordinasi dengan pihak manapun, termasuk pemerintah daerah dan aparat penegak hukum apabila diperlukan guna mengklarifikasi persoalan tersebut.