BLANGPIDIE - Realitasonline.id | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim, Rabu (31/3) secara resmi membuka musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) kabupaten tahun 2022 yang berlangsung di aula Bappeda setempat.
Kegiatan itu mengusung tema peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan industri pengolahan hasil produk unggulan pertanian, perikanan dan kelautan serta kehutanan.
Selama tiga tahun perjalanan masa kepemimpinannya, sudah menunjukan banyak kemajuan positif, hal ini dapat dilihat dari beberapa indikator daerah. Pertumbuhan ekonomi Abdya sampai dengan tahun 2020 ini relatif masih baik karena setiap tahun ekonomi Abdya bertumbuh. Sejak tahun 2017, ekonomi kembali membaik, hal ini bisa dilihat dari trend grafik garis pertumbuhan ekonomi yang positif hingga tahun 2019.
Kemudian pada tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Abdya lebih baik dibandingkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Aceh yang mana pertumbuhan ekonomi Provinsi Aceh sebesar 4,15 persen atau lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi Abdya sebesar 4,74 persen. Namun, tahun 2020 pertumbuhan ekonomi Abdya menurun drastis sebesar 0,52 persen dikarenakan pandemi covid-19.
Sementara jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Aceh, pertumbuhan ekonomi Abdya lebih rendah dimana pertumbuhan ekonomi Aceh sebesar 0,37 persen dan jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional, Abdya lebih tinggi dimana pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 2,07 persen.
Di samping itu, persentase penduduk miskin dari tahun 2017-2020 di Abdya terus mengalami penurunan. Tahun 2017 angka kemiskinan berada pada angka 18,31persen dan pada tahun 2020 berada di angka 15,93 persen, jadi ada penurunan sebesar 2,38 persen.
Sebelumnya, Kepala Bappeda Abdya Firmansyah ST mengatakan, pelaksanaan Musrenbang ini dimaksudkan untuk memperoleh arahan, saran dan masukan guna penyempurnaan rancangan rencana kerja pemerintah kabupaten (RKPK) Abdya tahun 2022 dengan mendorong dan mengoptimalkan peran aktif masyarakat dan para pemangku kepentingan.