Saluran Irigasi Ambruk, Petani di Abdya Terancam Gagal Panen

photo author
Ayu Kesuma Ningtyas, Realitas Online
- Rabu, 10 Mei 2023 | 14:49 WIB
Salah satu bagian saluran irigasi di Desa Pantee Raja, Kecamatan Mangggeng, Abdya, yang ambruk akibat diterjang banjir, Rabu (10/5/2023) (Realitasonline.id/ ZAL)
Salah satu bagian saluran irigasi di Desa Pantee Raja, Kecamatan Mangggeng, Abdya, yang ambruk akibat diterjang banjir, Rabu (10/5/2023) (Realitasonline.id/ ZAL)

Blangpidie - Realitasonline.id | Beberapa bagian saluran irigasi untuk areal sawah petani di Dusun Lhung Kandeh, Desa Pante Raja, Kecamatan Manggeng, Aceh Barat Daya (Abdya), ambruk diterjang banjir laupan yang melanda kawasan itu dan sekitarnya, beberapa waktu lalu.

Imbasnya, puluhan hektare lahan persawahan petani di beberapa desa di Kecamatan Manggeng termasuk petani yang berdomisili dalam Kecamatan Lembah Sabil akan mengalami kekeringan dan kerugian jika material saluran ambruk tersebut tidak segera tertangani.

Azwir salah seorang warga tani yang memilik lahan di kawasan itu Rabu (10/5/2023), mengatakan kalau ambruknya saluran irigasi itu karena luapan air akibat banjir. Sehingga, areal sawah petani tidak bisa dialiri air secara normal.

Baca Juga: Mahasiswa ITSI Medan Demo Tuntut Rektor Mundur

“Air akan sangat sulit untuk mengalir kalau saluran sudah tidak normal lagi. Jika terus begini, petani akan rugi akibat gagal panen serta sulit menggarap lahan pada masa tanam berikutnya,” kata Azwir.


Katanya, hasil panen padi di hamparan kawasan Pantee Raja yang dialiri melalui saluran tersebut, merupakan padi dengan mutu gabah terbaik, yang selama ini diincar para agen pengepul, dalam mendapatkan gabah dengan kualitas super.

“Selama ini, meskipun di lokasi lain harga gabah turun hingga dibawah angka Rp5 ribu perkilogram, namun gabah di kawasan kami ini, tetap bertahan dengan harga Rp5.500 perkilogramnya. Itu menandakan, lahan di kawasan ini bagus kualitasnya,” ungkap Munar, warga tani lainnya.


Akan tetapi lanjut Munar, dengan rusaknya saluran irigasi yang mengaliri puluhan hektare areal persawahan penduduk di kawasan itu, lahan andalan yang memproduksi gabah dengan mutu terbaik tersebut, terancam kering tidak bisa dimanfaatkan lagi.

Baca Juga: Kabid SMA Disdik Sumut soal PPDB: Jika Disdukcapil tidak Keluarkan Suket, KK Lama Masih Berlaku

Kepala Desa (Keuchik) Pantee Raja, Abbas, dimintai tanggapannya terpisah mengatakan, saluran irigasi tersebut dibangun pada tahun 2011 lalu. Dimana katanya, saluran itu mengaliri puluhan hektare sawah penduduk mulai dari Desa setempat, hingga ke desa-desa tetangga. Seperti Desa Pantee Pirak, Desa Lhok Pawoh dan lainnya.


Menurutnya, saluran itu rusak saat banjir melanda kawasan itu dan sekitarnya, pada bulan lalu. Akibatnya, sejumlah bagian, diperkirakan semuanya lebih kurang 40 meter, dinding saluran ambruk.

Material dinding saluran runtuh dan menutupi bagian dalam saluran sehingga menghambat arus air. Akibatnya, disamping sawah tidak bisa dialiri lagi, saat hujan deras, saluran juga meluap dan mengakibatkan banjir rendaman ke rumah penduduk.


Pihaknya berharap, Pemkab Abdya melalui dinas terkait, agar segera memperbaiki saluran harapan petani itu, agar areal pertanian kembali bisa dimanfaatkan, juga mencegah banjir luapan akibat saluran, saat hujan deras melanda.

Baca Juga: Mengulik Manfaat Sirih Cina serta Cara Menggunakannya


Menyikapi masalah itu, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian, pada Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Abdya, Teuku Indra ST, dimintai tanggapannya terpisah mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan terkait ambruknya saluran irigasi dimaksud.

"Belum kita terima laporannya,” kata Indra kepada wartawan.


Dengan adanya laporan melalui media ini, Indra berjanji segera turun ke lokasi, untuk meninjau dan mempelajari teknis perbaikan di lapangan, agar saluran itu dapat kembali difungsikan, serta dapat menyelamatkan nasib petani di kawasan itu.

“Akan kita kaji secara teknis setelah kita cek langsung nanti,” singkatnya. (ZAL)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ayu Kesuma Ningtyas

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X