Dalam menjawab berbagai tantangan untuk menerapkan praktik pertambangan berkelanjutan serta tumbuh bersama masyarakat dan lingkungan Agincourt Resources tetap menunjukkan komitmennya melalui program bina lingkungan, diantaranya bidang pelestarian lingkungan dengan menanam 30 ribu bibit mangrove di lahan seluas 10 hektar di pantai Kalangan Indah Kelurahan Kalangan dan Desa Aek Sitio-tio Kecamatan Pandan, serta melepas 20 ribu bibit kerang, yang merambah perairan pantai di Desa Aek Garut, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapteng.
Program pelestarian lingkungan berupa penanaman bibit mangrove dan pelepasan bibit kerang, tersebut, merupakan program kolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama PTAR, selaku pengelola Tambang Emas Martabe, sekaligus memperingati Hari Lahan Basah Sedunia (World Wetlands Day), demgan menggandeng Kelompok Tani Hutan Mandiri Lestari yang sudah membudidayakan bibit mangrove selama tiga tahun, dengan jenis bibit lokal atau rhizophora siap tanam berusia 4-6 bulan di persemaian dengan tinggi bibit 50-80 Centimeter.
Sedangkan bibit kerang yang disebarkan berjenis lokus dengan kondisi sehat dan segar. Untuk jarak tanam bibit mangrove sekitar 1 X 3 Meter, namun tetap tergantung dari batas air laut surut dan pemahamannya, direncanakan selama 2-3 bulan, sedangkan durasi pemeliharaan menakan waktu selama 2 tahun dan dapat diperpanjang.
Di kegiatan itu juga, PTAR melakukan aksi sosial dengan memberikan bantuan paket sembako kepada masyarakat pemerhati lingkungan yang ada di kawasan mangrove Desa Aek Garut dan Kalangan Indah, melalui aksi tanam mangrove 'Dari Hati Untuk Bumi',
Wakil Presiden Direktur PTAR, Ruli Tanio, mengatakan penanaman mangrove ini merupakan kontribusi PTAR dalam membentuk ekosistem wilayah pesisir pantai di Kabupaten Tapteng, yang membentang di pesisir Pantai Barat Pulau Sumatra dengan panjang garis pantai 200 Kilometer.
Disebutkannya, ekosistem mangrove sebagai salah satu penopang ekosistem wilayah pesisir diharapkan dapat menjadi area mencari makan, memijah dan berkembangbiak berbagai jenis ikan dan udang, sekaligus habitat alami berbagai jenis fauna.
“ Kami juga berharap aksi tanam mangrove ‘Dari Hati Untuk Bumi’ dapat membuka peluang meningkatnya perekonomian masyarakat setempat lewat ekowisata hutan mangrove yang berwawasan lingkungan dengan berlandaskan pada aspek konservasi alam serta pemberdayaan ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat lokal, ” tutur Ruli.
Ia menambahkan, sebagai salah satu bukti kepedulian perusahaan Tambang Emas Martabe bagi masyarakat dan lingkungan, sekaligus menepis anggapan masyarakat bahwa PTAR hanya perusahaan yang mengambil keuntungan semata tanpa peduli dengan lingkungan.