Realitasonline.id | Membaca doa gerhana matahari sangat dianjurkan ketika terjadi gerhana. Agar menambah keimanan serta pahala para yang mengamalkannya.
Gerhana merupakan salah satu fenomena alam yang cukup menarik, karena fenomena ini melibatkan benda-benda langit yang ada di tata surya.
Istilah gerhana sendiri adalah gambaran proses terjadinya pergerakan benda langit ke dalam sebuah bayangan benda langit lainnya membuatnya tertutup.
Benda langit yang saling menutupi tersebut adalah matahari dan bulan, sehingga disebut gerhana matahari dan gerhana bulan. Namun, bukan berarti tidak ada benda langit lain yang saling menutupi.
Baca Juga: Innalillahi! Kapolri Listyo Sigit Berduka, Istri Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono Wafat
Akan tetapi, yang dapat terlihat oleh satelit kita hanya gerhana matahari dan bulan. Sehingga tidak menutup kemungkinan jika terjadi gerhana di planet lain atau di tatanan tata surya lain.
Baiknya ketika matahari mulai menutupi bulan, dan membuat bumi menjadi gelap gulita hendaknya sebagai muslim, kita senantiasa berdzikir kepada Allah. Selain itu, kita juga dianjurkan untuk melaksanakan shalat gerhana.
Shalat gerhana adalah shalat sunnah muakkadah yang ditetapkan dalam syariat Islam sebagaimana para ulama telah menyepakatinya.Dalilnya adalah firman Allah dalam Qur'an Surat Fushilat.
وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
“Dan dari sebagian tanda-tanda-Nya adalah adanya malam dan siang serta adanya matahari dan bulan. Janganla kamu sujud kepada matahari atau bulan tetapi sujudlah kepada Allah Yang Menciptakan keduanya.“ (QS. Fushshilat: 37)
Baca Juga: PSI Kabupaten Lampung Utara Buka Peluang Bacaleg Tanpa Mahar
Maksud dari perintah Allah untuk bersujud kepada Yang Menciptakan matahari dan bulan adalah perintah untuk mengerjakan shalat gerhana matahari dan gerhana bulan.Selain itu juga Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ الشَّمْسَ وَالقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ، لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا، فَادْعُوا اللَّهَ وَصَلُّوا حَتَّى يَنْجَلِيَ
“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah sebuah tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak menjadi gerhana disebabkan kematian seseorang atau kelahirannya. Bila kalian mendapati gerhana, maka lakukanlah shalat dan berdoalah hingga selesai fenomena itu.” (HR. Bukhari no. 1043, Muslim no. 915)