Realitasonline.id | Tepat hari ini, sebagian besar umat muslim di Indonesia merayakan Idul Fitri. Masyarakat Indonesia sering menyebutnya Lebaran. Akan tetapi sering menjadi pertanyaan, mengapa Idul Fitri disebut Lebaran?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Lebaran adalah hari raya umat Islam yang jatuh pada 1 Syawal setelah selesai menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadhan.
Namun, mengapa hari raya Idul Fitri di Indonesia disebut sebagai Lebaran? Simak pembahasan mengenai asal-usulnya berikut ini.
Asal-usul Lebaran
Dikutip dari laman Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Lebaran berasal dari lima padanan kata yang memiliki makna berbeda tapi saling berkesinambungan. Lima padanan kata tersebut yaitu:
Baca Juga: Lebaran Nggak Mudik? Tenang, Yuk Catat Pertandingan Sepak Bola Saat Idul Fitri 1444 Hijriah
1. Lebar-an
Lebaran berasal dari kata lebar yang ditambahkan imbuhan -an. 'Lebar' berarti lapang dan bermakna perilaku berlapang dada yang sebaiknya diterapkan oleh masyarakat di hari raya. Sifat lapang dada muncul untuk meminta sekaligus memberi maaf kepada sesama.
2. Luber-an
Luber dalam KBBI memiliki arti melimpah, melupa. Dengan kata lain, berarti melewati batas yang telah ditentukan. Kata luber di hari raya bermakna, melimpah maafnya, melimpah rezekinya, dan melimpah pula pahalanya setelah melewati puasa Ramadhan. Oleh karena itu, kata luber-an kemudian bertransformasi menjadi lebaran.
Baca Juga: Shalat Idul Fitri di Berandan Diikuti Ribuan Jamaah Muhammadiyah, Ustad: Iman Itu Bukan Ucapan
3. Labur-an
Lebaran diambil dari kata dalam bahasa Jawa, yaitu laburan yang artinya mengecat. Hal ini tidak bisa terlepas dari kebiasaan mayoritas masyarakat Indonesia menjelang Idul Fitri dimana semua kepala keluarga sibuk mengecat rumahnya agar tampak indah dan baru.
Dari kebiasaan laburan menjelang Idul Fitri inilah kemudian lebaran menjadi kata yang setara dengan makna Idul Fitri.
4. Lebur-an
Kata lebaran diambil dari bahasa Jawa 'leburan' yang berarti menyatukan. Kata leburan juga berarti setelah melalui Ramadhan, kita diharapkan mampu meleburkan diri pada sifat-sifat Tuhan. Yaitu dengan cara sabar dan tenang dalam menghadapi ujian dan cobaan. Semangat perubahan inilah yang merubah kata leburan menjadi lebaran.
Baca Juga: Muhammadiyah Lebih Dulu Sholat Idul Fitri 1444 H, Pasca Ramadhan Lebih Ditingkatkan Amal Ibadah
5. Liburan
Lebaran juga merupakan pelesetan dari kata liburan. Dalam kalender Nasional, Hari Raya Idul Fitri adalah tanggal merah yang berarti hari libur. Oleh karena itu, maka kata liburan yang diucapkan berulang-ulang menjadi awal mula istilah lebaran.