Medan - realitasonline.id | Junk food adalah makanan yang mempunyai kalori tinggi tapi nilai gizinya sedikit alias minim atau sama sekali tidak ada nilai gizinya. Junk food ada di dalam makanan yang tinggi kadar garamnya, tinggi lemak, mengandung soda, makanan yang mengandung bahan aditif (pengawet, pewarna, pemanis buatan, penambah cita rasa), makanan yang dimasak terlalu lama atau dihangatkan berulang-ulang.
Junk food dalam ilmu gizi merupakan sekelompok makanan yang minim gizi, vitamin dan mineral. Kelompok makanan ini umumnya juga tinggi kalori dari lemak dan gula. Junk food, dan beberapa jenis fast food adalah makanan yang kurang nilai gizi atau tidak sehat karena tidak memiliki cukup serat, vitamin dan mineral.
Namun, meski bukan jenis makanan sehat makanan junk food dan fast food ini masih menjadi favorit untuk di konsumsi oleh banyak masyarakat. Secara umum mengkonsumsi makanan jenis ini adalah karena rasanya yang cenderung gurih dan terasa enak, serta makanan tersebut mudah didapatkan dengan cepat.
Baca Juga: Wagub Ijeck: Alumni Bersatu Gerakan Rp10.000 Bisa Bangun Ponpes Musthafawiyah Lebih Besar
Melansir dari lama halodoc.com, terdapat 5 dampak buruk bagi kamu yang suka mengonsumsi junk food.
1. Memperpendek daya ingat
Mengonsumsi junk food selama lima hari berturut-turut dapat menurunkan kemampuan otak dalam berpikir dan mengingat. Gula dan lemak telah dikaitkan dengan gangguan memori. Nah, mengonsumsi makanan yang tinggi gula dan lemak diduga dapat merusak memori hippocampal.
2. Cepat tua
Kandungan dalam junk food dapat memicu inflamasi atau peradangan yang mempercepat proses penuaan. Kulit akan mudah berkeriput dan mengalami penuaan dini. Konsumsi junk food dapat memperpendek telomer yang merupakan struktur kromosom penanda usia biologis manusia.
Baca Juga: Sea Games 2023 Kamboja: Indonesia Bertahan di Peringkat Dua
3. Kecanduan
Junk food ternyata dapat membuat kecanduan. Saat kecanduan, akan sulit untuk mengontrol nafsu makan. Junk food merangsang sistem penghargaan di otak dengan cara yang sama seperti obat-obatan adiktif, seperti kokain.
4. Depresi
Setelah kecanduan junk food, level selanjutnya adalah depresi. Kamu akan sulit mengendalikan stres dan tekanan saat tidak mengonsumsi junk food. Menurut data kesehatan dari National Library of Medicine, disebutkan kalau konsumsi junk food dapat meningkatkan risiko gangguan kejiwaan dan perilaku kekerasan pada anak dan remaja. Membiasakan diri mengonsumsi makanan sehat merupakan pendekatan efektif untuk meningkatkan kesehatan mental sedari dini.