Mayoritas warganet memilih Musk keluar dari Twitter atau sebanyak 57 persen atau 17,5 juta akun memilih memberi jawaban "Ya". Sebagai informasi, sejak Elon Musk mengambil alih Twitter senilai US$44 miliar, orang terkaya di dunia tersebut telah membuat sejumlah perubahan di perusahaan microblogging tersebut.
Baca Juga: Kabar Gembira untuk ARMY, BTS Akan Rilis Buku Terbaru
Perubahan yang terjadi ini termasuk memangkas sekitar 1.500 karyawan dari 8.000 karyawan, di mana dirinya menggambarkan tindakan ini menjadi suatu bentuk efisiensi perusahaan, selain itu dirinya pun melakukan sejumlah perubahan kebijakan centang biru hingga mengembalikan akun yang sebelumnya dilarang.
Langkah yang diambil Musk ini dinilai cukup berani, bahkan sangat mengejutkan bagi banyak orang, tak terkecuali para investor yang berada dalam kesepakatan tersebut.
Banyak dari mereka yang gelisah ketika melihat banyaknya gejolak yang dialami Twitter. November 2022, dia diinterogasi di pengadilan tentang bagaimana dia membagi waktunya antara Tesla dan perusahaan lainnya, termasuk SpaceX dan Twitter.
Baca Juga: Jangan Sampai Ketinggalan! 26-28 Mei 2023 Suga BTS Menggelar Konser di Jakarta
Elon Musk mengatakan pada saat itu dia tidak pernah bermaksud menjadi CEO Tesla, dan dia juga tidak ingin menjadi kepala eksekutif perusahaan lain, namun dia cenderung ingin menjadi seorang insinyur. (MIF)