Berdasarkan dari NU online bahwa jamaah haji yang tidak bisa melakukan istilam karena melihat kondisi yang terlalu padat dan bisa saja menyakiti orang lain maka dianjurkan untuk membacakan tahlil.
وَأَخَذَ مِنْهُ بَعْضُ فُقَهَائِنَا أَنَّ مَنْ شُقَّ عَلَيْهِ اسْتِلَامُ الْحَجَرِ الْأَسْوَدِ سُنَّ لَهُ أَنْ يُهَلَّلَ وَيُكَبِّرَ
Artinya:"Sebagian ulama pernah menyimpulkan dari sebuah hadis bahwa ketika mengalami kesulitan dalam istilam Hajar Aswad, maka dianjurkan untuk membaca tahlil dan takbir".
Baca Juga: Nelayan di Abdya Belum Normal Melaut, Pasokan Ikan Minim
Sebagaimana anjuran membaca tahlil dan takbir itu didasarkan dari apa yang disampaikan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kepada Umar bin Khattab jika tidak ikut istilam karena justru fisiknya yang terlalu kuat sehingga sangat dikhawatirkan bisa menyakiti ataupun mengganggu jamaah yang lain.
Baca Juga: Kemenag: Koper Jamaah Haji akan Dibongkar yang Berisi Air Zamzam
وَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِعُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إنَّك رَجُلٌ قَوِيٌّ لَا تُزَاحِمْ عَلَى الْحَجَرِ الْأَسْوَدِ تُؤْذِي الضَّعِيفَ، إنْ وَجَدْتَ خَلْوَةً فَاسْتَقْبِلْهُ وَهَلِّلْ وَكَبِّرْ
Artinya:"Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah berkata kepada Umar, kamu terlalu kuat jangan ikut berdesakkan di Hajar Aswad karena bisa menyakiti jemaah yang lemah kalaupun kamu menemukan celah menghadapkanlah padanya tahlil dan takbirlah". (MIF)