Baca Juga: Persoalan Agraria Sumut Carut Marut, Baskami Minta Pusat Turun Tangan
Bacaan yang dimaksud Ustaz Adi Hidayat ialah 'Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu'.
"Di kitab hadis palsu juga tidak ada yang 'wabarakatuh'," tambahnya.
Lalu, menurut Ustaz Adi Hidayat ada dua pilihan ketika membaca salam dalam salat.
Baca Juga: Ketua MUI Sambut Baik Silaturahmi PT PLN Persero UP3 Pematang Siantar
"Salam pertama ketika 'Assalamualaikum' maka pilihan cuma dua bisa 'Assalamualaikum' bisa 'Assalamualaikum Warahmatullah," jelasnya.
"Saya juga tidak menemukan tambahan dari hadis tersebut 'wabarakatuh', saya tidak menemukannya," tegasnya.
Dari dua pilihan bacaan tersebut didasarkan pada apa yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
"Jadi, nabi mempraktikkan cuma dua kalau tidak 'Assalamualaikum' ya 'Assalamualaikum Warahmatullah'," paparnya.
Baca Juga: Kapolsek Sipirok Rapat Persiapan HUT RI Ke 78
Tentunya, aturan dalam bacaan salam ini lebih spesifik hanya untuk salat,beda dengan di luar salat.
"Untuk salam dalam salat, ya, bukan yang di luar salat," tambahnya.
"Jadi, menurut dari hadis tersebut cukup dengan bacaan dari nabi sampai 'Assalamualaikum' atau 'Assalamualaikum warahmatullah'," ujarnya. (MIF)