“Ini sudah keterlaluan. Anak kecil diseret di aspal hanya demi sebuah handphone. Kalau dibiarkan, akan muncul korban-korban baru. Aparat penegak hukum harus bertindak cepat dan tegas,” ujarnya.
Charlie menambahkan bahwa peristiwa nekat pelaku dipicu adanya dugaan keterkaitan pelaku dengan jaringan narkotika yang selama ini meresahkan warga di kawasan Medan Utara.
“Para pelaku kejahatan seperti ini sudah terkontaminasi narkoba. Kawasan Gang 36 dan sekitarnya bahkan sudah diblacklist karena maraknya pemakai dan pengedar. Ini bom waktu bagi keamanan warga,” tegasnya.
Baca Juga: Polsek Na IX-X Polres Labuhanbatu Ungkap Kasus Penyalahgunaan Sabu di Aek Kota Batu
Ia mengingatkan bahwa pembiaran terhadap peredaran narkotika akan berujung pada meningkatnya kriminalitas dan kehancuran generasi muda.
“Kalau kita terus menutup mata terhadap narkoba, generasi bangsa ini akan hancur, sehancur-hancurnya,” tandas Charlie.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih memburu pelaku berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi-saksi.
Warga berharap, pelaku segera ditangkap dan diproses hukum seberat-beratnya agar peristiwa serupa tidak kembali terulang serta rasa aman di Medan Utara bisa kembali pulih. (AH)