STAI Syekh Abdul Fattah Natal Resmi Berdiri, Harapan Baru Pendidikan Tinggi Pantai Barat Madina

photo author
Iin Prasetyo, Realitas Online
- Minggu, 11 Januari 2026 | 14:23 WIB
Berdirinya STAI ini juga dilatarbelakangi oleh kondisi pendidikan generasi muda Pantai Barat.
Berdirinya STAI ini juga dilatarbelakangi oleh kondisi pendidikan generasi muda Pantai Barat.


Realitasonline.id - Mandailing Natal | Gagasan para tokoh masyarakat Pantai Barat Mandailing Natal untuk menghadirkan lembaga pendidikan tinggi akhirnya membuahkan hasil. Setelah dirintis sejak 2022, Yayasan Pendidikan Pantai Barat Madina (YP2BM) resmi memperoleh izin pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syekh Abdul Fattah Natal dari Kementerian Agama Republik Indonesia pada penghujung tahun 2025.

Wilayah Pantai Barat Mandailing Natal dikenal sebagai daerah yang melahirkan banyak ulama sufi dan tokoh nasional berpengaruh. Di antaranya Syekh Abdul Fattah (1765–1855), Syekh Abd Malik Baleo Natal (1825–1910), serta figur intelektual nasional seperti Sutan Takdir Alisyahbana, Sutan Syahrir, Sutan Nur Alamsyah, dan sejumlah tokoh lainnya.

Berdirinya STAI ini juga dilatarbelakangi oleh kondisi pendidikan generasi muda Pantai Barat. Data Angka Partisipasi Kasar (APK) menunjukkan bahwa hanya sekitar 16 persen lulusan SLTA sederajat yang mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sementara mayoritas lainnya terkendala faktor ekonomi.

 

Baca Juga: Polsek Bilah Hulu Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkotika di Sigambal Labuhanbatu

 

Ketua Umum YP2BM, Ir. H. Hasrul Hasan, MM, menyampaikan harapannya agar kehadiran STAI Syekh Abdul Fattah Natal dapat menjadi jalan keluar bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Pantai Barat Madina. Ia berharap kampus ini mampu melahirkan generasi muda yang cerdas, religius, serta memiliki wawasan kebangsaan. Hal tersebut disampaikannya kepada awak media pada Jumat, 9 Januari 2026.

 

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina YP2BM, Amrun Daulay, menegaskan bahwa keluarnya izin operasional hanyalah langkah awal. Menurutnya, seluruh pihak perlu bersatu dan mengoptimalkan potensi yang ada agar perkuliahan perdana pada semester pertama yang direncanakan berlangsung pada September 2026 dapat terealisasi.

 

Sekretaris Dewan Pembina YP2BM, Drs. H. Syariful Mahya Bandar, M.AP, menambahkan bahwa persiapan sarana dan prasarana harus segera dilakukan, baik untuk kebutuhan jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang demi kelancaran proses akademik.

 

Baca Juga: Polsek Na IX-X Polres Labuhanbatu Ungkap Kasus Penyalahgunaan Sabu di Aek Kota Batu

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Iin Prasetyo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

‎Bupati Taput Sumbang Saran Inovasi PPID APKASI

Sabtu, 18 April 2026 | 11:40 WIB
X