Pertahankan Handphonenya dari Begal, Seorang Bocah SD di Medan Terseret Puluhan Meter

photo author
Iin Prasetyo, Realitas Online
- Minggu, 11 Januari 2026 | 14:34 WIB
ilustrasi
ilustrasi

Realitasonline.id - Medan | Aksi nekat pelaku perampokan brutal terhadap korban seorang bocah Sekolah Dasar (SD) di Medan Utara. Seorang siswi SD Swasta Harapan Bangsa Medan Marelan sebut saja Bunga (8) menjadi korban kejahatan sadis setelah diseret pelaku begal di atas aspal sejauh sekitar puluhan meter saat mempertahankan telepon genggamnya.

Peristiwa tersebut terjadi di Gang Perabot, Lingkungan XXII, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Seluruh rangkaian kejadian terekam kamera CCTV dan kini beredar di media sosial, memperlihatkan betapa brutalnya pelaku memperlakukan anak di bawah umur.

Baca Juga: STAI Syekh Abdul Fattah Natal Resmi Berdiri, Harapan Baru Pendidikan Tinggi Pantai Barat Madina

 

Berdasarkan informasi dihimpun, saat kejadian korban baru pulang sekolah dan sedang berada di dalam rumah sambil bermain ponsel. Pelaku tiba-tiba masuk ke rumah dan langsung merampas handphone dari tangan korban.

Bunga yang kaget dan takut berusaha mempertahankan barang miliknya, sehingga terjadi tarik-menarik antara korban dan pelaku.

Namun pelaku tak peduli. Dalam kondisi mesin sepeda motor sudah menyala, pelaku justru memutar gas dan melaju kencang, membuat tubuh kecil korban terseret di atas jalan beraspal.

Sepanjang puluhan meter, Bunga terseret dan terhempas, sebelum akhirnya dilepaskan pelaku di badan jalan dalam kondisi penuh luka.

Baca Juga: Polsek Bilah Hulu Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkotika di Sigambal Labuhanbatu

 

Korban mengalami luka di hampir seluruh bagian tubuh akibat gesekan keras dengan aspal. Warga yang melihat kejadian itu langsung memberikan pertolongan dan membawa korban untuk mendapatkan perawatan.

Lebih memprihatinkan lagi, warga menyebut rumah korban diduga sudah lebih dulu dipantau dan “ditandai” oleh pelaku. Kedua orang tua Bunga diketahui bekerja di luar rumah sehingga korban kerap berada sendirian, kondisi itu kemudian dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.

Tokoh masyarakat setempat, Charlie, mengecam keras aksi tersebut dan mendesak Polsek Medan Labuhan segera mengungkap identitas pelaku.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Iin Prasetyo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X