1680 Sarjana UNIMED di Wisuda, Penyumbang Pengangguran Terbuka

photo author
Ayu Kesuma Ningtyas, Realitas Online
- Minggu, 25 Agustus 2024 | 09:58 WIB
 Rektor Unimed Prof Baharuddin (tengah) saat mewisuda seorang wisudawan program magister di Gedung Auditorium Unimed. (Realitasonline.id/Dok)
Rektor Unimed Prof Baharuddin (tengah) saat mewisuda seorang wisudawan program magister di Gedung Auditorium Unimed. (Realitasonline.id/Dok)

"Susah Bang, cari kerjanya karena gak banyak," kata Samsu yang kini masih sibuk melamar pekerjaan dan bolak balik ditolak.

Lain halnya cerita Nita, karena takut menganggur mahasiswa Fakultas Teknik dengan program studi Tata Rias UNIMED ini memilih drop out.

Ketika ditanya kenapa drop out, Nita menjawab, "Mamak marah Bang, asyik uang praktek aja yang keluar sementara kalo cuma belajar sanggul menyanggul ngapain nunggu kuliah sampai 4 tahun. Ujung-ujungnya nganggur pula kan gak banyak lapangan kerja guru penata rias," kata Nita menirukan ucapan mamaknya.

Nita yang mengikuti saran mamaknya untuk ikut kursus Tata Rias mengatakan lebih enak kursus, engga banyak biaya dan cepat bisa cari uang.

Baca Juga: 8849 Mahasiswa Baru Unimed yang Ikuti PKKMB Ditepungtawari Rektor Prof Baharuddin

"Kalo untuk menjadi penata rias kan gak perlu juga ijazah sarjana," kata Nita menirukan ucapan mamaknya dan kini masih ikut belajar di kursus Tata Rias.

Sementara itu mahasiswa baru UNIMED yang lolos di prodi sains geografi mengaku menyesal. Dengan alasan sama, lulusan SMA Negeri 2 Medan ini juga khawatir sulit dapat kerja.

"Waktu itu coba-coba aja ternyata lulus karena pengen kuliah di negeri. Tapi kata mamak gak usahlah aku ambil kuliah itu karena lapangan kerjanya gak jelas," kata Rusdi Sitorus yang tidak ikut daftar ulang dan kini memilih kuliah di swasta jurusan hukum.


Cukup Berat

Tantangan lulusan Perguruan Tinggi saat ini mengalami masalah yang cukup berat.

Saat ini banyak lulusan baik sarjana maupun diploma yang belum terserap di pasar kerja dengan menyumbang sekitar 10 persen angka pengangguran dari total jumlah pengangguran terbuka pada tahun 2022 sebesar 9 juta.

Baca Juga: 4000-an Lulusan USU di Wisuda, Rektor Ingatkan Ketidakpastian Dunia Kerja

Hal ini disampaikan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Prof Toni Toharudin.

Dia mengatakan tantangan tersebut tentu menjadi warning bagi lembaga Perguruan Tinggi.

Salah satu faktor penyebab tingginya proporsi pengangguran dari kelompok sarjana di antaranya adalah adanya ketidaksesuaian antara keterampilan yang dimiliki dengan kondisi dunia kerja.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ayu Kesuma Ningtyas

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X