Realitasonline.id - TAPTENG | Kelurahan Hutanabolon Kecamatan Tukka Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menjadi daerah yang paling terdampak bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu.
Sungai yang melintasi kelurahan tersebut dipenuhi lumpur, batu dan kayu, sehingga air tumpah ke pemukiman warga.
Melihat hal ini Pemprov Sumut bersama Pemkab Tapteng dan Pemerintah Pusat melakukan normalisasi sungai agar warga dapat kembali beraktivitas.
Baca Juga: Anak Usia Tiga Tahun Ditemukan Meninggal Dunia Usai Hanyut di Sungai Cibinong
Salah satu caranya, sedimen sungai yang menumpuk beserta material yang menyumbat sungai dijadikan tanggul penahan sungai.
Melihat upaya ini, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian selaku Ketua Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatera mengapresiasi kinerja Pemprov Sumut, khususnya Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu.
Tito salut dengan kinerja dan ide yang menggunakan sedimen sungai di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah untuk menjadi tanggul.
Baca Juga: Atasi Banjir, Dinas SDABMBK Kota Medan Rutin Lakukan Normalisasi Parit, Warga Apresiasi
“Saya salut dengan ide ini, air lancar dan sedimennya dijadikan tanggul. Model seperti ini perlu kita kerjakan bukan cuma di Sumut, tetapi juga di Aceh dan Sumbar,” kata Tito Karnavian usai meninjau pengerjaan normalisasi sungai di Kecamatan Tukka Tapteng, kemarin.
Selain mengubah sedimen menjadi tanggul, Pemkab Tapteng dan Pemprov Sumut juga bekerja sama membangun jembatan penyeberangan manusia untuk mempermudah mobilitas warga.
Jembatan tersebut menghubungkan pemukiman dan lahan sawah serta kebun masyarakat.
“Jembatan temporer tetapi sangat bermanfaat, mempermudah mobilitas masyarakat di sini, ide dan kerja samanya sangat bagus,” kata Tito.
Bobby Nasution menambahkan tanggul yang dibangun akan dipermanenkan untuk memberikan keamanan maksimal kepada masyarakat setempat.
Tanggul yang dibangun tersebut sepanjang 10,5 Km, bekerja sama dengan Kementerian PUPR, Pemkab Tapteng, TNI dan Polri.