Ingat! Ini 72 Titik Lokasi Sholat Idul Fitri Muhammadiyah 21 April 2023 di Medan dan Sekitarnya

photo author
Ayu Kesuma Ningtyas, Realitas Online
- Rabu, 19 April 2023 | 13:40 WIB
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir telah mengumumkan Idul Fitri 1444 H, jatuh pada Jumat 21 April 2023. (Realitasonline.id/ istimewa)
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir telah mengumumkan Idul Fitri 1444 H, jatuh pada Jumat 21 April 2023. (Realitasonline.id/ istimewa)

Medan - Realitasonline.id | Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir telah mengumumkan Idul Fitri 1444 H, jatuh pada Jumat 21 April 2023. Seluruh Pimpinan Muhammadiyah di Tanah air maupun di luar negeri, mulai dari Pimpinan Ranting hingga Wilayah melaksanakan keputusan Pimpinan Pusat tersebut, termasuk PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) Kota Medan.

Namun, tahun ini dimungkinkan akan terjadi perbedaan dalam melaksanakan sholat Id jika menggunakan metode rukyat dengan kriteria MABIMS.

PP Muhammadiyah sendiri berpesan, baik menggunakan metode hisab maupun rukyat merupakan bentuk ijtihad yang bernilai pahala.

“Kami berharap khusus kepada warga Muhammadiyah maupun kaum muslimin yang beridul fitri pada 21 April untuk menjaga suasana, tetap menghargai dan tidak demonstratif biarpun sudah berbuka,” tutur Haedar dalam dalam Silaturahmi Jelang Idulfitri 1444 H di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Selasa (18/4/2023).

Haedar Nashir menyampaikan melalui hisab hakiki wujudul hilal prinsipnya pada keberadaan atau wujudnya.

“Hilal nol derajat sampai berapa pun itulah yang dipakai oleh Muhammadiyah. Maka jangan ditanyakan berapa derajatnya untuk menentukan karena dari nol sampai sekian,” katanya.

Bagi Muhammadiyah, tidak bisa melihat atau tidak tampak belum tentu bahwa hilal tidak ada. Hal ini bisa diibaratkan suatu benda tidak bisa terlihat, karena terhalang oleh benda lain ataupun karena kendala cuaca dan kendala teknologi. Kemudahan lainnya, bisa dipastikan jauh sebelumnya seperti masyarakat mengikuti tanggal kalender.

“Maka Muhammadiyah mengusulkan agar kita lebih sama kedepannya dengan kalender global atau kalender internasional. Dengan hisab kita bisa menghitung 50 sampai 100 tahun kedepan,” ungkapnya.

Muhammadiyah, katanya, ingin di masa mendatang dapat terwujudnya kalender hijriyah yang berlaku secara global. Namun semuanya perlu proses dan waktu yang cukup panjang.

Walaupun hal ini terwujud di masa generasi yang akan datang, Muhammadiyah akan terus berikhtiar. Terlebih masyarakat modern memerlukan kepastian.

“Kami pun menghargai bagi saudara-saudara kita atau pun negara yang menganut metode lain,” ujar Haedar.

Karena itu, pententuan Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah tidak hanya menyangkut kehidupan keagamaan umat muslim, tetapi juga terkait kehidupan kebangsaan. Bahkan lebih luas lagi juga terkait dengan masyarakat dunia yang bukan hanya implementasi ibadah tetapi juga menyangkut urusan publik.

Lebih dari itu, saat kaum muslimin berpuasa di bulan Ramadhan dan Idul Fitri, terlepas jika ada perbedaan penentuan hari raya yang paling penting yakni menyerap nilai puasa Ramadhan dengan seluruh rangkaiannya ibadahnya menjadikan muslim di Indonesia dan di dunia semakin bertakwa dan semakin baik.

Selain itu, Haedar Nashir juga mengimbau kepada pemerintah baik pusat maupun daerah agar lebih bijaksana mengayomi seluruh rakyat dan golongan hatta berbeda dalam beridul fitri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ayu Kesuma Ningtyas

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X