Medan - Realitasonline.id| Jemaat HKBP Tapian Nauli Sunggal Medan, Resort Tapian Nauli, diajak memanfaatkan era digitalisasi untuk meraup untung.
Sebaliknya jemaat diajak menghindari pidana kurungan penjara karena melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Hal itu merupakan kesimpulan dari Seminar dan Talkshow UU ITE dan Marketing Digital di Gereja HKBP Tapian Nauli Sunggal, Rabu (19/2/07/2023), yang dimoderatori Mega Ulva Sari Sihombing, dosen Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia.
Baca Juga: Karyawan PTPN II Siap Berdarah-darah Pertahankan Asset, Akibat Ungkapan Ini Dari Mahfud MD
Kegiatan dalam rangka Tahun Profesionalisme dalam Penatalayanan HKBP itu dibuka Pendeta Resort HKBP Tapian Nauli Sunggal Pdt David L Sipahutar STh bersama Pdt D Br Simanungkalit STh.
Hadir para pengurus gereja, dan sekitar 100 jemaat mulai dari kalangan remaja, pemuda (naposo bulung) hingga orangtua. Hadir juga Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumut Erris J Napitupulu.
Direktur Reskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Teddy Jhon S Marbun melalui Panit 2 Subdit 5 Siber AKP Victor RP Pasaribu SH MH selaku Pemateri UU ITE mengatakan era digitalisasi bisa dimanfaatkan untuk hal positif dan bisa juga menyebabkan dampak buruk.
Baca Juga: Penikmat Cerutu Perlu Tahu, di Kota Medan Telah Hadir Objek Wisata Baru Dari PTPN II
"Dan ini sepenuhnya tergantung kita. Kalau dari sisi positifnya, kita tentu sangat beruntung karena menikmati manfaat dari digitalisasi," kata AKP Victor RP Pasaribu.
Di bagian lain, era digitalisasi menimbulkan kerugian karena dikendalikan praktik siber penipuan. Bahkan banyak juga yang berakhir ke penjara karena iseng atau tidak cerdas mengelola era digitalisasi.
Karena itu era digital menuntut siapa saja untuk bijak dan cerdas, baik dalam mengunakan gadget dan media digital lainnya, termasuk dalam penyebaran informasi dari berbagai platform.
Baca Juga: Warga Gedung Johor Kerap Was-was Setiap Hujan, Ahmad Darwis Bilang Gini
Kemudian Ketua Prodi Bisnis Digital Universitas Mahkota Tricom Unggul (MTU) Medan Eka Martyna Theodora Tampubolon SE MM selaku Pemateri Marketing Digital, menekankan agar jemaat gereja tidak selamanya jadi objek digitalisasi.
Dengan kata lain, kata Eka, digitalisasi membawa peluang besar membangun bisnis bagi para pemula (start up). "Jejaring digital harus dimanfaatkan, jangan kita hanya jadi objek, tereksploitasi," kata Eka.