medan

DPRD Sumut: Ini Daftar Temuan Proyek Terbengkalai dan Fiktif Di Pemprovsu

Rabu, 24 Mei 2023 | 10:00 WIB
Gedung DPRD Sumut. (Realitasonline.id/Dokumen)

7. Stadion di Siosar
Masih di Dispora Sumut, Pansus DPRD kemudian menyoroti pembanguan wisma atlet dan lapangan sepakbola yang ada di Siosar, Karo. Pansus DPRD menilai banyak kejanggalan dalam pengerjaan proyek yang direncanakan sebagai tempat latihan atlet PON ini.

"Faktanya sampai dengan saat ini tidak dapat dipergunakan. Kemudian, stadion bola Siosar, melihat kondisi rumput yang tidak terawat dan ditumbuhi rumput-rumput liar. Selain itu, struktur tanah stadion berbatu," jelas Berkat.

Baca Juga: Polres Tulungagung Terjunkan Ratusan Personel Polisi RW di Tengah Masyarakat

8. Bantuan ke Remaja Musala di Binjai
Pansus DPRD juga mengungkap adanya proyek yang diduga fiktif Dinas Pemuda dan Olahraga yang dilakukan di Kota Binjai.

"Pansus LKPJ melakukan uji petik ke Kota Binjai yaitu penyerahan bantuan kepada INKAI Cabang Kota Binjai sebesar Rp 65.864.116, dan kepada remaja Islam musala Al-Hidayah Jalan Gunung Jaya Wijaya, Kelurahan Binjai Estate dengan anggaran Rp 26.756.040. Akan tetapi, Pansus LKPJ bersama dengan dinas kepemudaan dan keolahragaan Provinsi Sumut tidak menemukan alamat dimaksud sehingga diduga penyaluran anggaran tidak dilakukan sebagaimana mestinya," paparnya.

Itulah delapan proyek Pemprov Sumut yang disebut DPRD Sumut mangkrak, asal-asalan hingga fiktif.


Gubsu : “Maaf Selama Ini Saya Diam”

Sementara Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi yang dinilai banyak ‘bungkam’ dan tak bicara terkait sejumlah proyek di instansi Pemprovsu akhirnya buka suara dan mengatakan,”maaf selama ini saya diam’, ujar Edy di hadapan anggota DPRD Sumut saat paripurna menerima rekomendasi hasil pembahasan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur akhir tahun 2022 dan wajib menuntaskan beberapa protyek penting di Sumatera Utara.

Baca Juga: Residivis Narkoba Kembali Diringkus Polres Palas

Menurut Edy Rahmayadi, ada beberapa poin laporan Pansus dan pendapat fraksi yang perlu di-cross check lagi
Pertama, mengenai perkembangan proyek multiyears pembangunan jalan dan jembatan senilai Rp 2,7 triliun. Edy membantah progress pembangunan sangat sedikit. Ia mengungkapkan hingga kini progress pembangunan sudah mencapai kurang lebih 40%.

Kedua, mengenai pembangunan sport centre di Siosar, Karo, yang dianggap belum selesai. Diungkapkan Edy, sesuai grand design yang direncanakan, sport centre tersebut sebenarnya ditargetkan selesai pada tahun 2024, dengan tiga tahap pembangunan. Dimulai tahun 2022 dan bisa digunakan pada tahun 2024.

Edy juga membantah wisma di Siosar disebut sebagai wisma atlet. Ia meluruskan, bahwa wisma yang berada di Siosar itu adalah wisma untuk Pelatda. "Jadi digunakan untuk pelatihan daerah, karena letaknya di ketinggian 2.000 meter di atas laut, yang dilatih untuk atlet-atlet itu adalah paru-parunya, jantungnya," ungkap Edy.

Baca Juga: Polres Belitung Timur Bekuk 2 Penipu Nyamar Jadi Petugas Dinas Kesehatan Modusnya Pendataan Pasien Stroke

Selain itu, Edy juga menjawab mengenai jalan alternatif menuju Karo yang dipersoalkan. Menurutnya, jalan alternatif Medan-Karo yang saat ini sedang dibangun sudah tepat. Tujuannya adalah memberi akses logistik pertanian dan perkebunan dari Karo.

"Sekarang sudah 75%, inilah jalan alternatif yang harus saya laporkan, mohon maaf saya bicara ini, selama ini saya diam, saya mohon kita memang bekerja bersama menyelesaikan kebutuhan bersama," ujar Edy. (AY)

Halaman:

Tags

Terkini