Realitasonline.id | MEDAN - OJK menilai sektor perbankan Sumatera Utara menunjukkan ketahanan dengan adanya peningkatan modal dan likuiditas hingga Februari 2024.
Per Februari 2024, OJK mencatat penyaluran kredit perbankan kepada UMKM di Sumatera Utara mencapai Rp78,69 triliun dengan pertumbuhan 12,46 persen yoy (year of year).
OJK juga mencatat pertumbuhan kredit yang solid tercatat sebesar 2,96 persen yoy menandai peningkatan dibanding pertumbuhan tahun sebelumnya yang hanya 2,79 persen yoy.
Ini mencerminkan kekuatan dan pertumbuhan ekonomi daerah yang terus berlanjut.
Penyaluran kredit didominasi oleh kredit produktif, mencapai Rp178,10 triliun atau 69,50 persen dari total kredit, mengalami pertumbuhan yang cenderung stagnan dan sedikit termoderasi sebesar negatif 0,17 persen yoy.
Perlambatan kredit produktif turut dipengaruhi oleh distribusi kredit investasi yang terkontraksi negatif sebesar 10,95 persen yoy dipengaruhi oleh sektor perkebunan.
Industri pengolahan komoditas kelapa sawit yang melambat seiring dengan masih lemahnya harga crude palm oil (CPO) di pasar global.
Sementara itu kredit Modal Kerja bertumbuh cukup baik sebesar 7,09 persen yoy sehinga kontraksi kredit secara total tidak terlalu dalam.
Meski demikian, kredit produktif menunjukkan pemulihan yang signifikan, terutama dalam sektor pengolahan minyak goreng dari sawit, yang tumbuh sebesar 17,09 persen yoy.
Peningkatan ini didorong oleh permintaan domestik yang kuat, perbaikan kondisi pandemi, serta penerapan program hilirisasi industri kelapa sawit nasional, termasuk program B35 dan B40 yang dijalankan pemerintah, yang semakin meningkatkan kinerja industri pengolahan.
Baca Juga: Kasus Korupsi Eks Kepsek MAN Binjai Jauh dari Tuntutan JPU, Kejari akan Banding
Upaya untuk memperluas akses keuangan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus berlanjut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Per Februari 2024, penyaluran kredit kepada UMKM di Sumatera Utara mencapai Rp78,69 triliun dengan pertumbuhan sebesar 12,46 persen yoy.
Andil kredit UMKM terhadap total kredit juga telah melewati target yang dicanangkan oleh pemerintah sebesar 30 persen (Februari 2024: 30,71 persen, meningkat cukup substansial dibandingkan Februari 2023 yang tercatat 28,12 persen).