Jelang Pemilu, Bawaslu Deli Serdang : Waspadai "Serangan Fajar" Politik Uang

photo author
Mery Ismail, Realitas Online
- Rabu, 31 Januari 2024 | 12:08 WIB
ilustrasi money politics jelang pelaksanaan Pemilu  (Realitasonline.id/Dok)
ilustrasi money politics jelang pelaksanaan Pemilu (Realitasonline.id/Dok)

Realitasonline.id - Lubuk Pakam | Waktu pemilihan calon legislatif (caleg) maupun presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2024 sudah semakin dekat, warga pemilihpun mengaku menunggu adanya "serangan fajar".

Menurut sejumlah warga di Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang, berdasarkan pengalaman pada pemilu yang sudah-sudah Rp 100 ribu untuk caleg yang dikenal.

"Kalau tidak kenal Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu. Kalau tidak dikasih serangan fajar berat bisa memperoleh suara banyak saat ini," ucap sejumlah warga menolak menyebut nama, Rabu (31/1/24).

Baca Juga: Survei LSI Denny JA Prabowo Gibran Tembus 50,7 %, Nusron Wahid : Bismillah Satu Putaran

Disebutkan warga lainnya, untuk petahana atau anggota legislatif (DPRD) atau DPR RI yang masih aktif, kampanye saat ini menguntungkan karena irit biaya, karena ditempel dengan kegiatan Sosper (Sosialisasi Perda) atau reses yang ditanggung pemerintah.

Bahkan bisa memberikan warga uang dan makan minum dan itu tidak melanggar aturan pemilu. "Namun bagi caleg yang baru maju, tentunya membutuhkan biaya yang lumayan besar,"tambah warga.

Terkait dugaan politik uang, Ketua Bawaslu Deli Serdang Febriyandi Ginting mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan ataupun menemukan adanya praktek money politik di wilayah Kabupaten Deli Serdang.

Baca Juga: Prabowo dan Mentan Amran Bagikan Bantuan Ternak hingga Benih untuk Petani dan Peternak Sumedang

Namun mungkin saja bisa terjadi saat menjelang hari H yang sudah semakin dekat, 14 Februari 2024 mendatang. " Upaya yang dilakukan Bawaslu untuk mencegah terjadinya money politik,  menguatkan dan memperluas pengawasan partisipatif dari seluruh elemen masyarakat dan senantiasa mensosialisasikan jenis-jenis pelanggaran pemilu termasuk diantaranya money politik," ujarnya.

Karena itu, Bawaslu juga dalam waktu dekat akan mengundang tokoh agama, masyarakat dan tokoh pemuda untuk mengoptimalkan pengawasan partisipatif tersebut dari berbagai unsu.

Baca Juga: Bos Wajib Tahu!! Membangun Budaya Apresiasi Karyawan: Perayaan Kerja Keras Dan Dedikasi

Sementara Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Raphael Sandy, saat dimintai tanggapan terkait antisipasi praktek money politik pada Pemilu 2024 ini, belum memberikan komentarnya. (zul)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mery Ismail

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

‎Bupati Taput Sumbang Saran Inovasi PPID APKASI

Sabtu, 18 April 2026 | 11:40 WIB
X