Realitasonline.id - Pantai Labu | Tiga mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU), yang sedang menjalankan tugas akademik Praktik Kerja Lapangan (PKL), di Lembaga Perlindungan Anak (LPA) melaksanakan aksi peduli anak disabilitas di Desa Kubah Sentang dan Desa Durian, Jumat (24/5/24).
Ketiganya, Dicky Kurniawan, Muhammad Raghib dan Syndi Febriani, mahasiswa semester 6 Fakultas Ilmu Sosial Politik, Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial.
Mereka berbagi manfaat dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk 5 anak disabilitas.
Baca Juga: 117 Mahasiswa KKN STAI-JM Diminta Plt Bupati Langkat Dukungan Program Desa
Menurut Dicky Kurniawan, aksi peduli anak disabilitas dengan PMT merupakan bagian empati mereka sebagai salah satu tindakan dalam pemenuhan asupan gizi yang diharapkan dan bisa dirasakan manfaatnya.
“Ini hanya sebagai bentuk kepedulian dari kami agar anak-anak disabilitas mendapatkan asupan gizi yang mereka butuhkan,” jelas Dicky.
Sementara Sindy Febryani menuturkan, kebutuhan asupan gizi terhadap anak-anak disabilitas juga sebagai bentuk tangkal ancaman stunting meski pun idealnya sejak bayi dalam kandungan ibu hamil harus mendapatkan asupan gizi seimbang.
“Kami hanya bisa melakukan tindakan-tindakan sederhana seperti ini, “ ungkap Sindy.
Baca Juga: Afandin Terima Kunker DPRD Sumut dan Lepas 191 Mahasiswa KKN PPM USU
Sedang Muhammad Raghib berpendapat, permasalahan anak-anak disabilitas tidak bisa ditangani secara individu. Harus ada kebersamaan dan keseriusan orang tua dalam memperlakukan anak-anak disabilitas khususnya dalam pemenuhan asupan gizi untuk tumbuh kembangnya.
Selain orang tua, sambung Muhammad Raghib,
peran masyarakat sekitar dan lembaga yang bertanggung jawab serta pemerintah diharapkan bisa memberikan perlakuan layak kepada mereka terlebih terhadap keluarga yang sering dihadapkan dengan pengetahuan juga kesulitan ekonomi.
Baca Juga: Plt. Bupati Langkat Pimpin Apel Cegah Omicron dan Pelepasan Mahasiswa KKN
Sekretaris LPA Deli Serdang Amirul Khair bersama Kepala Dusun II Abdul Gani yang turut mendampingi aksi ketiga mahasiswa USU itu mengapresiasi apa yang dilakukan tiga mahasiswa USU dengan berbagi PMT sebagai bagian dari kesadaran berpartisipasi melindungi anak.