Realitasonline id - Pematangsiantar | Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) menjelang Hari Raya Idul Adha 1445 H. Pasar murah dilaksanakan selama 2 hari (Jumat - Sabtu, 14-15/6/2024) di Balei Bolon Lapangan Adam Malik.
Membuka GPM, Wali Kota Pematangsiantar dr Susanti Dewayani bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Muqorobin mengajak semua pihak untuk menstabilkan pangan di Kota Pematangsiantar menjelang Hari Raya Idul Adha. Sehingga stabilitas pasokan dan harga pangan dapat terjaga.
dr Susanti mengapresiasi pihak terkait yang telah berkolaborasi dalam mengendalikan inflasi di Kota Pematangsiantar. Semoga inflasi dapat terkendali untuk kesejahteraan masyarakat Kota Pematangsiantar.
Baca Juga: Disperindagkop dan UKM Bireuen Gelar Pasar Murah Jelang Idul Adha 1445, Catat Lokasi dan Tanggalnya
Melalui program GPM jelang Idul Adha, Susanti menilai akan berdampak positif terhadap harga komoditas bahan pokok sehingga dapat mengantisipasi gejolak harga di masyarakat.
Peningkatan harga komoditas bahan pokok dinilai cukup rawan, sehingga dapat memicu inflasi.
"Untuk itu, mari kita saling bekerjasama guna mengantisipasinya demi kesejahteraan masyarakat Kota Pematangsiantar," ujar dr Susanti.
Baca Juga: Kritikan DPRD Medan soal Pasar Murah Bikin Telinga Kadis Diskop UKM Perindag Memerah, Slogan Medan Berkah Tak Berjalan untuk Rakyat
Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Pematangsiantar Drs L Pardamean Manurung melaporkan GPM merupakan bentuk tindak lanjut untuk membantu masyarakat agar dapat memperoleh bahan pokok di bawah harga pasar.
Bahan pokok yang diperdagangkan dalam GPM seperti beras, telur, minyak goreng, bawang merah, cabai, dan sayur organik.
Pada kesempatan itu, dr Susanti secara simbolis melakukan transaksi penjualan bahan pokok kepada masyarakat sebagai tanda dimulainya GPM untuk Rakyat Kota Pematangsiantar.
Baca Juga: Ampun Kali, Ah! Pemko Medan Bikin Pasar Murah Harga Malah Dinaikkan Lurah, Bobby Nasution Marah
Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar Muqorobin juga menjelaskan pelaksanaan GPM merupakan salah satu upaya TPID dalam pengendalian inflasi. Ia menghimbau kepada masyarakat agar tetap belanja bijak. Artinya belanja sesuai kebutuhan.(RH)