Seminggu Sebelum Pilkada, Kapolres Taput Didesak Tangkap Penyebar Konten Asusila Satika Simamora

photo author
Iin Prasetyo, Realitas Online
- Jumat, 8 November 2024 | 08:22 WIB
Seminggu Sebelum Pilkada, Kapolres Taput Harus Tangkap Penyebar Konten Hoaks Satika Simamora
Seminggu Sebelum Pilkada, Kapolres Taput Harus Tangkap Penyebar Konten Hoaks Satika Simamora

Realitasonline.id — Taput | Kapolres Tapanuli Utara (Taput) AKBP Ernis Sitinjak didesak segera menangkap terduga pelaku penyebaran foto-foto hoaks asusila terhadap tokoh masyarakat Taput, Satika Simamora, kembali disuarakan elemen masyarakat.

"Kenapa di saat ada seorang wanita yang ingin berusaha memperbaiki daerahnya dengan mencalonkan sebagai bupati Tapanuli Utara, masih ada orang yang berupaya untuk menjatuhkan atau melecehkan harkat dan martabat seorang wanita dengan menyebarkan foto-foto asusila kepada masyarakat," kata Ketua DPW Koalisi Nasional Perempuan Republik Indonesia (KNPRI), Murika Ningsih saat temu pers di Tarutung, Kamis (7/11/2024).

Penyebaran konten hoaks Satika Simamora tersebut terjadi pada September lalu di Kecamatan Sipahutar yang diduga dilakukan TN dan BS. Kasus ini sudah disampaikan ke Polres Taput lewat pengaduan masyarakat sejak 1 Oktober 2024, tetapi hingga kini belum ditangani secara profesional oleh penyidik.

 

Baca Juga: New Honda Scoopy 2025: Hadiir dengan Setang Baru, Desain Lebih Segar Cocok Buat Anak Muda, Ini Hasil Reviewnya

"Gimana apabila foto-foto ini dilihat oleh anak-anak tentu akan berdampak kepada mereka, dapat merusak mental dan spiritual mereka. Dan gimana pula jika hal ini terjadi kepada diri kita, orang tua kita atau terjadi pada diri kita sendiri dan terjadi kepada orang tua atau kepada adik perempuan kita," ujar wanita yang akrab disapa Rika ini.

Atas dasar inilah, Rika dan elemen masyarakat Kabupaten Taput merasa terpanggil untuk bersuara dalam aksi solidaritas sesama kaum perempuan di depan Mapolres Taput pada Rabu (6/11) kemarin. Mendesak agar Kapolres Taput Ernis Sitinjak segera menangkap kedua terduga pelaku yang masih menghirup udara bebas sampai hari ini.

 

Baca Juga: Tak Jelas, Tim Hukum Anton-Benny Beralih ke Paslon Nomor 1 RHS-AZI

"Kami meminta satu minggu sebelum Pilkada serentak digelar di Tapanuli Utara, TN dan BS harus sudah ditangkap oleh Polres Taput, jika tidak kami akan kembali turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih banyak lagi," pungkasnya didampingi Horas Nababan selaku Pemerhati Ibu dan Anak di Taput serta Cindy Boru Sinaga, anak dari salah satu tersangka, JS.

Cindy Boru Sinaga (25) pada kesempatan itu mengatakan bahwa ayahnya tidak bersalah dalam kasus dugaan pengeroyokan di Kecamatan Pahae Jae pada 30 Oktober lalu.

"Ayah saya tidak bersalah. Ayah saya tidak terlibat pemukulan seperti yang dituduhkan pelapor. Saya minta bapak Kapolres segera membebaskan ayah saya," ujar dia.

Baca Juga: Rahmat, Basyith dan Borkat Ditetapkan Sebagai Pimpinan DPRD Tapsel Periode 2024 - 2029

Diakui Cindy kalau mereka sekeluarga telah kehilangan ayahnya sejak ditahan pada Senin, 4 November 2024. Apalagi ayahnya sebagai tulang punggung untuk menafkahi keluarga mereka. Ditambah lagi ibu mereka menderita sakit pasca mengetahui suaminya ditahan polisi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Iin Prasetyo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

‎Bupati Taput Sumbang Saran Inovasi PPID APKASI

Sabtu, 18 April 2026 | 11:40 WIB
X