Realitasonline.id - Deli Serdang I Pesawat yang membawa rombongan jemaah Calon Haji (Calhaj) Embarkasi Medan terpaksa kembali ke Bandara Kualanamu setelah mengudara beberapa menit.
Dilaporkan, pesawat mengalami gangguan teknis untuk pemeriksaan salah satu komponennya.
Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 3114 tujuan Bandara King Abdul Aziz Jeddah Arab Saudi membawa 359 Calhaj Kloter 14 Embarkasi Medan Sumatera Utara asal Serdang Bedagai dan Kota Medan.
Baca Juga: Opini Suheri Harahap: Jangan Biarkan Warisan Leluhur Kita Runtuh di Paluta
Distrik Manager Garuda Indonesia Medan I Wayan Gilang mengatakan, keputusan responsif untuk Return to base (kembali ke Bandara Kualanamu) diambil oleh awak pesawat sebagai langkah preventif setelah Pilot in Command mendapati salah satu komponen penunjang pesawat memerlukan pemeriksaan teknis lanjutan.
"Setibanya kembali di Bandara Kualanamu, lalu dilakukan pengecekan oleh tim terkait, termasuk perbaikan pada komponen penunjang pesawat, pengisian ulang bahan bakar turut dilakukan sebelum pesawat diberangkatkan kembali serta pelaksanaan proasedur inpeksi kondisi pesawat secara menyeluruh", ujarnya melalui keterangan resmi yang diterima Realitasonline.id, Senin (19/5/2025).
Dikatakannya, selama proses berlangsung, seluruh jamaah tetap berada di dalam kabin dalam kondisi aman, tenang dan tertib.
Layanan tambahan diberikan untuk menjaga kenyamanan jamaah selama menunggu.
"Langkah ini merupakan wujud komitmen kami dalam memastikan seluruh aspek keselamatan dan kenyamanan jamaah tetap menjadi prioritas utama sepanjang perjalanan ibadah haji", terangnya.
Baca Juga: Kantah Padangsidimpuan dan PLN Bahas Hak Atas Asset Tanah
Setelah dilakukan pengecekan ulang, dia menyebut, pesawat Garuda Indonesia yang membawa jemaah Kloter 14 Embarkasi Medan dinyatakan laik terbang dapat melanjutkan perjalanan menuju Jeddah.
"Maskapai Penerbangan nasional Garuda Indonesia Memastikan penerbangan Kloter 14 Embarkasi Kualanamu tujuan Jeddah yang membawa 359 jemaah haji telah kembali mengudara pada pukul 10.46 WIB dengan kondisi laik terbang, setelah sebelumnya dilakukan penyesuaian jadwal dari posisi keberangkatan awal pada pukul 08.15 WIB guna memastikan aspek keselamatan penerbangan terpenuhi", pungkasnya.(IW)