Realitasonline.id - Paluta | Candi Bahal I, II, III dan Candi Pulo yang terletak di Kecamatan Portibi, Padang Lawas Utara (Paluta), menjadi saksi bisu peradaban Hindu-Buddha yang pernah berkembang pesat di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).
Situs-situs ini menyimpan potensi sejarah luar biasa, terutama dalam menelusuri jejak awal masuknya agama Hindu ke Sumatera melalui hubungan dagang antara pelabuhan Barus dan wilayah pedalaman Paluta.
Menariknya, dalam kajian arkeologis di kawasan Situs Bongal (Sibolga), ditemukan lempengan uang bertuliskan aksara Arab yang diduga lebih tua dari makam para ulama di Barus.
Hal ini menunjukkan adanya interaksi awal antara Islam dan Hindu di wilayah tersebut, membuka ruang studi lintas budaya dan keagamaan yang masih sangat terbuka untuk diteliti lebih dalam.
Dr. Suheri Harahap, M.Si, seorang Dosen Fakultas Ilmu Sosial (FIS) pada Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) saat melakukan kunjungan ke beberapa Candi di Padang Lawas Utara beberapa waktu lalu menuturkan keberadaan warisan sejarah ini yakni Candi Bahal I, II, III dan Candi Pulo kini menghadapi berbagsi tantangan besar.
Baca Juga: Binatirta Club Raih Peringkat Pertama Kejuaraan North Sumatera ke-2 Akuatik Sumut
Beberapa bangunan dan situs bersejarah ini terancam mulai rusak atau bahkan roboh. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk menjaga dan merawat peninggalan peradaban masa lalu yang masih eksis hingga hari ini.
"Salah satu pertanyaan penting yang muncul adalah bagaimana peran masyarakat dalam melestarikan Candi-Candi ini?. Bagaimana pula dampak kehadiran Candi ini terhadap perekonomian masyarakat," kata Suheri, dalam perbincangannya dengan media, Sabtu (17/5/2025)
Kita berharap, akan lahir mindset baru dalam mengelola situs ini sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus pusat ekonomi berbasis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di sekitar kawasan Candi.
"Juga, besar harapan kepada Pemprovsu Gubernur Sumatera Utara, Bapak M. Bobby Afif Nasution, dapat mendorong Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara mempromosikan Candi Bahal hingga ke pentas internasional," katanya.
Baca Juga: DPD IPK Kota Medan Lantik PAC IPK Medan Deli, Ribuan Kader Diharap Dukung Program Pemerintah
Disamping itu, diperlukan event tahunan resmi dari Pemprov Sumut, sekaligus pelibatan langsung Kementerian Pariwisata dalam mendorong potensi pariwisata sejarah ini.
"Ke depan juga, perlu dilakukan perluasan kawasan wisata, pembangunan hotel, homestay, fasilitas perkemahan, serta infrastruktur pendukung lainnya," ujarnya
Menurutnya, Aparatur Desa Bahal dan Portibi harus mampu berkolaborasi agar kehadiran Candi Bahal benar-benar membawa dampak ekonomi yang nyata.