Ia juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua dan roda empat, untuk selalu melengkapi diri dengan surat-surat kendaraan, memakai helm dan mematuhi aturan lalu lintas selama operasi berlangsung.
"Tujuan utama operasi ini adalah menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat, bukan semata-mata penindakan. Kami berharap masyarakat bisa mulai mematuhi aturan lalu lintas. Operasi ini bukan semata untuk penindakan, tapi juga untuk mengedukasi,” tambah AKP Jhonny.
Meski banyak dukungan terhadap operasi yang digelar Sat Lantas, namun ada juga beberapa warga yang menyampaikan kritik terhadap pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2025
Irman (29), mengaku merasa razia hari ini agak memberatkan, terutama bagi pengendara yang memang sedang terburu-buru bekerja dan dinilai razia dilakukan secara mendadak dan belum disertai sosialisasi yang maksimal.
Baca Juga: 319 Ribu Pelanggaran Lalu Lintas di Sumut, Polres Padangsidimpuan Bergerak Cegah Korban Jiwa
"Kami bukannya tidak mau tertib, tapi kadang razia dilakukan di jam sibuk dan tanpa pemberitahuan. Harusnya ada sosialisasi lebih dulu, biar kami tidak lalai membawa kelengkapan berupa surat kenderaan, " katanya
Irman berharap, pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2025 benar-benar membawa perubahan ke arah yang lebih baik dalam budaya berlalu lintas di Kota Padangsidimpuan dan operasi ini tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga pada pendidikan dan pembinaan masyarakat.
"Kami berharap polisi juga aktif memberikan edukasi, terutama ke anak sekolah dan pemuda, supaya mereka sadar pentingnya keselamatan di jalan,” katanya. (RI)