Jaga Keanekaragaman Hayati, Batangtoru Diperkuat Melalui Empat Koridor Satwa

photo author
Iin Prasetyo, Realitas Online
- Kamis, 11 September 2025 | 06:16 WIB
Wakil Bupati Tapsel H. Jafar Syahbuddin Ritonga, membuka kegiatan konsultasi publik hasil studi kelayakan pembangunan koridor satwa yang digelar di aula Kantor Bappeda, di Komplek Perkantoran Bupati Tapsel di Sipirok, Selasa (9/9/2025).(Foto : Realitasonline / Riswandy)
Wakil Bupati Tapsel H. Jafar Syahbuddin Ritonga, membuka kegiatan konsultasi publik hasil studi kelayakan pembangunan koridor satwa yang digelar di aula Kantor Bappeda, di Komplek Perkantoran Bupati Tapsel di Sipirok, Selasa (9/9/2025).(Foto : Realitasonline / Riswandy)

Realitasonline.id - Tapanuli Selatan | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) terus berupaya menjaga kelestarian ekosistem Batangtoru, yang merupakan habitat asli Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis), sebagai spesies kera besar paling langka di dunia.

Upaya ini terus mendapat perhatian serius, melalui kegiatan konsultasi publik hasil studi kelayakan pembangunan koridor satwa yang digelar di aula Kantor Bappeda, di Komplek Perkantoran Bupati Tapsel di Sipirok, Selasa (9/9/2025).

Kegiatan konsultasi publik yang dibuka oleh Wakil Bupati Tapsel H. Jafar Syahbuddin Ritonga, yang mewakili Bupati Tapsel, Pemkab Tapsel bersama para pihak membahas langkah strategis untuk menghubungkan habitat satwa yang terfragmentasi.

 

Baca Juga: Maulid Nabi 1447 H, Wabub Tapsel Jafar Syahbuddin Ritonga Ajak Umat Perkuat Ukhuwah

 

Acara ini juga dihadiri Sekdakab Tapsel Sofyan Adil, Kepala Bappeda Chairul Rizal, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, pejabat pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, komunitas lokal, serta akademisi dan pakar konservasi yang menjadi narasumber.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tapsel H. Jafar Syahbuddin Ritonga, menegaskan pentingnya ekosistem Batangtoru, tidak hanya bagi satwa langka tetapi juga bagi masyarakat luas.

" Ekosistem Batangtoru adalah hutan tropis yang sangat vital, bukan hanya sebagai rumah bagi satwa langka seperti Orangutan, Harimau Sumatera, dan Beruang Madu, tetapi juga sebagai sumber air bersih yang menopang kehidupan masyarakat dari hulu hingga hilir, ” ujar Wakil Bupati.

Dalam forum tersebut, dipaparkan juga hasil studi yang merencanakan empat koridor satwa untuk menghubungkan blok-blok hutan yang terpisah. Keempatnya adalah Koridor Hutaimbaru, Bulu Mario, Silima-lima, dan Aek Malakkut.

" Koridor ini diharapkan menjadi jalur aman bagi pergerakan satwa liar, khususnya Orangutan Tapanuli, agar mereka dapat melakukan pertukaran genetik yang penting untuk menjaga populasi tetap sehat dan terhindar dari kepunahan. Selain itu, keberadaan koridor juga dapat mengurangi konflik antara manusia dan satwa liar, " katanya.

Baca Juga: Kumpulkan Bhabinksmtibmas. Kapolres Padangsidimpuan Dorong Optimalisasi Ketahanan Pangan dan Siskamling

 

Menurut Jafar, pembangunan koridor ini sejalan dengan Dokumen Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Indonesia (IBSAP) 2025 - 2045, yang menempatkan pembangunan koridor sebagai strategi utama pelestarian keanekaragaman hayati nasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Iin Prasetyo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

‎Bupati Taput Sumbang Saran Inovasi PPID APKASI

Sabtu, 18 April 2026 | 11:40 WIB
X