Wali Kota Sibolga Sambut Petugas Pendataan R3P: Data Jadi Dasar Rehabilitasi Pascabencana

photo author
Ayu Kesuma Ningtyas, Realitas Online
- Sabtu, 17 Januari 2026 | 09:13 WIB
Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik menyematkan tanda pengenal Petugas Pendataan R3P (Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana) dari Politeknik Statistika STIS. (Realitasonline.id/Preddy Situmorang)
Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik menyematkan tanda pengenal Petugas Pendataan R3P (Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana) dari Politeknik Statistika STIS. (Realitasonline.id/Preddy Situmorang)

Realitasonline.id - Sibolga | Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik bersama Wakil Wali Kota Pantas Maruba Lumbantobing menyambut kedatangan Petugas Pendataan R3P (Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana) dari Politeknik Statistika STIS.

Kegiatan ini berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Sibolga, Jumat (16/1/2026).

Para mahasiswa STIS tersebut didampingi perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Dr Timbang Sirait, serta BPS Provinsi Sumatera Utara.

Penyambutan ini menjadi penanda dimulainya pendataan R3P pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kota Sibolga pada November 2025 lalu.

Baca Juga: Penggiat Medsos Zulfikar Sahala Rambe Ditemukan Tewas, Diduga Bunuh Diri.

Dalam arahannya, Wali Kota Syukri menyampaikan apresiasi kepada BPS dan seluruh petugas pendataan.

Syukri menegaskan, data yang dihimpun akan menjadi dasar utama Pemko Sibolga dalam menentukan kebijakan serta besaran bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi bagi warga terdampak.

“Data ini sangat penting agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai kondisi riil di lapangan,” ujar Syukri.

Syukri mengungkapkan, bencana banjir dan longsor pada 25 November 2025 menyebabkan kerusakan rumah serta korban jiwa. Tercatat 55 orang meninggal dunia dan 16 orang mengalami luka berat. Sebanyak 54 korban telah menerima santunan dari Kementerian Sosial, sementara satu korban lainnya masih dalam proses pengusulan.

Baca Juga: Karena viral di Medsos Pelajar SD Terseret Perampok Dikunjungi Psikologi Poldasu

Syukri juga menjelaskan, Pemko Sibolga telah menetapkan status tanggap darurat yang diperpanjang satu kali dan kini memasuki masa transisi.

"Berdasarkan keputusan resmi, tercatat 376 rumah rusak berat, 71 rumah rusak sedang, dan 196 rumah rusak ringan," paparnya.

Untuk itu, ia meminta seluruh pihak terkait memberikan dukungan penuh agar proses pendataan berjalan lancar tanpa kendala teknis di lapangan, khususnya bagi mahasiswa STIS yang bertugas.

“Kami berharap pendataan ini menghasilkan data yang valid dan akurat sebagai fondasi perencanaan rehabilitasi, rekonstruksi, dan pemulihan ekonomi wilayah terdampak,” katanya.

Sementara itu, perwakilan BPS RI Dr Timbang Sirait menyebutkan, secara nasional sebanyak 510 mahasiswa Politeknik Statistika STIS diterjunkan di tiga provinsi. Khusus di Kota Sibolga, 30 mahasiswa ditugaskan melakukan pendataan di Kecamatan Sibolga Utara dan Sibolga Selatan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ayu Kesuma Ningtyas

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

‎Bupati Taput Sumbang Saran Inovasi PPID APKASI

Sabtu, 18 April 2026 | 11:40 WIB
X