“ Di sela-sela waktu yang padat, habis salat zuhur saya kejar ke sini karena rindunya saya kepada masyarakat Batang Angkola. Saya ingin hadir langsung bersama ibu-ibu dan seluruh jamaah BKMT, ” ujar Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyinggung musibah bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Tapsel beberapa waktu lalu.
Data sementara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel mencatat sebanyak 2.399 rumah terdampak, dengan 1.808 rumah di antaranya mengalami kerusakan berat akibat tertimbun longsor maupun hanyut terbawa arus banjir.
Pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri, BPBD, relawan dan masyarakat terus melakukan upaya pencarian terhadap korban yang masih hilang, serta penanganan darurat bagi warga terdampak.
Proses evakuasi dan pencarian korban terkendala oleh medan yang sulit dan kondisi cuaca yang belum sepenuhnya membaik.
Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu juga menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Tapsel.
Baca Juga: Pagi-Pagi Buta Satpol PP Medan Tertibkan PKL di Seputaran Pasar Simpang Limun
Saat ini, pemerintah daerah juga fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, seperti logistik, layanan kesehatan, serta penyediaan hunian sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendoakan para korban dan keluarga yang ditinggalkan, serta memberikan dukungan moral kepada warga terdampak.
“ Ini adalah duka kita bersama. Mari kita doakan para korban yang meninggal dunia serta saudara-saudara kita yang masih dalam pencarian. Pemerintah daerah akan terus berupaya maksimal melakukan penanganan dan pemulihan pascabencana, ” ujar Bupati.
Pemkab Tapsel mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi di wilayah tersebut.