Realitasonline.id - Taput | Untuk tujuan efesiensi dan efektifitas pelayanan pendidikan, enam (6) Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di tiga kecamatan Tapanuli Utara dilebur menjadi Tiga (3) sekolah.
Regrouping dalam istilah pendidikanya telah melalui proses dimulai dari tahun 2025, dimana sejak awal ada 71 sekolah yang hendak dilebur kemudian mengerucut ke 16 sekolah dan teranyar menjadi 6 sekolah.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui Kabid Dikdas Jeffry A Martua Lubis diruang kerjanya, Selasa (27/1/2026) membenarkan proses regrouping sudah final.
Baca Juga: Plafon Rusak Diperbaiki, Sejumlah Jendela SMKN 1 Lubuk Pakam Deli Serdang Masih Bolong
Dikatakannya, Enam Sekolah Dasar (SD) yang dilebur yakni SDN 173107 Banuarea tutup digabung ke induk SDN 173108 Banuarea Tarutung.
Selanjutnya, SDN 175798 Aritonang gabung ke SDN 173345 Aritonang Muara, serta SDN 173366 Parmonangan gabung ke SDN 173392 Parmonangan.
" Itu sudah melalui kajian, nantinya terdapat 52 guru SD dienam sekolah tersebut akan dipetakan karena kebutuhan guru untuk tiga sekolah sekitar 27 guru. Nanti yang 25 guru ataupun tenaga kependidikan akan diperbantukan baik itu kesekolah lain ataupun tenaga administrasi," paparnya.
Tahun ini juga, Jeffry mengatakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan melakukan pemetaan dan pemerataan guru di berbagai sekolah.
"Tujuannya agar ada pemerataaan guru serta menghindari penumpukan guru di satu sekolah sehingga tercipta azas keadilan dibidang pendidikan yang didapatkan siswa," tambahnya.
Idealnya satu rombel itu siswanya 28, namun disekolah yang kita tutup rombel itu 7 bahkan ada 4 siswanya.