Realitasonline.id - Binjai | Upaya menjaga ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga komoditas pangan strategis menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 H, Pemerintah Kota Binjai melaksanakan pengawasan intensif di sejumlah titik strategis, Selasa (10/2).
Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Baru Pasar Tavip ini menyasar pasar tradisional dan pasar modern di Kota Binjai guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.
Berdasarkan data rekapitulasi per 9 Februari 2026, tercatat adanya fluktuasi harga pada sejumlah komoditas utama.
Baca Juga: Menjemput yang Tertinggal, San Pratho Sitompul dan Istri Boru Situmorang Haru Biru
Kenaikan tertinggi terjadi pada cabai merah keriting sebesar 7,2 persen menjadi rata-rata Rp34.667/kg, dengan harga tertinggi di Pasar Brahrang mencapai Rp40.000/kg. Tomat naik 5,9 persen menjadi Rp12.000/kg, dan bawang merah lokal naik 3,2 persen menjadi Rp32.333/kg.
Pada sektor minyak goreng, varian premium naik 4,8 persen menjadi Rp22.000/liter, dengan harga tertinggi Rp23.000/liter di Pasar Kebun Lada. Sementara minyak goreng curah kuning naik 2,7 persen menjadi Rp19.000/liter.
Baca Juga: Kebakaran Viral di Deli Serdang, Ludeskan 2 Rumah dalam Waktu Singkat
Meski terdapat beberapa kenaikan, sejumlah kebutuhan pokok lainnya terpantau relatif stabil. Beras premium dijual rata-rata Rp15.667/kg, beras medium Rp13.833/kg, dan gula pasir Rp17.667/kg. Untuk protein hewani, daging sapi murni tercatat Rp132.500/kg, daging ayam broiler Rp41.000/kg, dan telur ayam broiler Rp27.500/kg.