Launching Buku Sejarah Perjuangan Masyarakat Kota Pematangsiantar

photo author
Mery Ismail, Realitas Online
- Rabu, 11 Februari 2026 | 20:58 WIB
Launching buku Sejarah Perjuangan Masyarakat Kota Pematangsiantar  (Realitasonline.id/RH)
Launching buku Sejarah Perjuangan Masyarakat Kota Pematangsiantar (Realitasonline.id/RH)

Realitasonline.id - Pematangsiantar| Jangan Sekali-sekali Melupakan Sejarah atau Jas Merah! Sejarah ibarat melihat kaca spion untuk menjalani masa depan. Sejarah merupakan guru yang sangat penting dalam kehidupan.

Demikian sambutan tertulis Wali Kota dibacakan Zainal Siahaan saat menghadiri launching dan pendistribusian bukuSejarah Perjuangan Masyarakat Kota Pematangsiantar dalam merebut dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia 1945’.

Launching buku oleh Dewan Harian Cabang Badan Pembudayaan Kejuangan (DHC BPK) 45 Kota Pematangsiantar dilaksanakan di Ruang Serbaguna Pemko Pematangsiantar, Rabu (11/2/2026). “Buku ini bukan sekadar dokumentasi, tetapi keteladanan pahlawan untuk diwariskan kepada generasi muda,” kata Zainal.

Baca Juga: Stok Kesabaran Setebal Buku Sejarah: Ini Tipe MBTI yang Paling Ahli Menahan Diri Saat Sedang Bad Mood

Buku tersebut, katanya, layak dibaca termasuk oleh generasi muda agar memahami sejarah Pematangsiantar dan menumbuhkan semangat nilai kejuangan. “Semoga kita menjadi bagian transformasi besar bangsa Indonesia, khususnya Kota Pematangsiantar yang lebih Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras,” terangnya.

Terkait Gedung Juang 45 di Jalan Merdeka Pematangsiantar yang saat ini menjadi Kantor DHC BPK 45 Kota Pematangsiantar, kata Zainal, merupakan aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun. “Mungkin DHC BPK 45 Kota Pematangsiantar bisa mengusulkan ke Pemkab Simalungun agar gedung tersebut dihibahkan ke DHC BPK 45 untuk dirawat,” tukas Zainal.

Sebelumnya, Ketua Tim Penulis Prof Dr Hisarma Saragih memaparkan, ada 6 orang dalam tim penulis. Dirinya sendiri, Henry Sinaga, Jalatua H Hasugian, Koni Ismail Siregar, Marta Megawati Siregar, dan Kandace Naiborhu.

Baca Juga: Sejarah Terukir di Tanah Jawara: Wagub Dimyati dan Ketum Firdaus Letakkan Batu Pertama Museum Media Siber Pertama di Indonesia

Sementara itu, Koni Siregar menyampaikan, sejak dirinya dilantik sebagai Ketua DHC BPK 45 Kota Pematangsiantar tahun 2024 lalu, telah menyelenggarakan berbagai kegiatan. Di antaranya, renovasi ringan Gedung Juang 45, penyusunan buku sejarah, penelusuran situs sejarah di Siantar Hotel, Gedung Juang, Balai Kota dan pabrik es.

DHC BPK Pematangsiantar juga mengajukan usulan agar Gedung Juang 45 menjadi cagar budaya, statusnya saat ini Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB). Sedangkan biaya penulisan penerbitan buku diambil dari dana P-APBD Kota Pematangsiantar TA 2025.

Baca Juga: Dari Kesunyian Jadi Sejarah: SMSI Apresiasi Pemkot Cilegon Resmikan Monumen Siber Indonesia!

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah VI Muktar Marbun menyebutkan, launching buku Sejarah tersebut merupakan langkah dan positif yang diharapkan membawa pengaruh besar bagi generasi muda. (RH)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mery Ismail

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

‎Bupati Taput Sumbang Saran Inovasi PPID APKASI

Sabtu, 18 April 2026 | 11:40 WIB
X